Juliari Instruksikan Bawahannya Coret Perusahaan yang Belum Setor Fee Bansos

Arie Dwi Satrio, Okezone · Senin 15 Maret 2021 19:13 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 15 337 2378236 juliari-instruksikan-bawahannya-coret-perusahaan-yang-belum-setor-fee-bansos-T3cHGwVtO3.jpg Sidang lanjutan terkait kasus dugaan suap bansos Covid-19 di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (15/3/2021). (Foto : Okezone/Arie Dwi Satrio)

Sekadar informasi, Presiden Direktur PT Tiga Pilar Agro, Harry Van Sidabukke dan konsultan hukum, Ardian Iskandar Maddanatja didakwa menyuap mantan Menteri Sosial (Mensos) Juliari Peter Batubara senilai Rp3,2 miliar. Suap itu disebut untuk memuluskan penunjukan perusahaan penyedia bantuan sosial (bansos) untuk penanganan Covid-19 di wilayah Jabodetabek.

Jaksa menyebut Harry Van Sidabukke menyuap Juliari Batubara sebesar Rp1,28 miliar. Sedangkan Ardian Iskandar, disebut Jaksa, menyuap Juliari senilai Rp1,95 miliar. Total suap yang diberikan kedua terdakwa kepada Juliari sejumlah Rp3,2 miliar.

Harry Sidabukke disebut mendapat proyek pengerjaan paket sembako sebanyak 1,5 juta melalui PT Pertani (Persero) dan PT Mandala Hamonganan Sude. Sementara Ardian menyuap Juliari terkait penunjukan perusahaannya sebagai salah satu vendor yang mengerjakan pendistribusian bansos corona.

Baca Juga : Nama-Nama yang Muncul di Persidangan Korupsi Bansos Covid-19 Bakal Diusut KPK

Uang sebesar Rp3,2 miliar itu, menurut Jaksa, tak hanya dinikmati Juliari Peter Batubara. Uang itu juga mengalir untuk Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pengadaan bansos Covid-19 di Direktorat Perlindungan dan Jaminan Sosial Korban Bencana Kemensos, Adi Wahyono serta Matheus Joko Santoso.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini