Juliari Instruksikan Bawahannya Coret Perusahaan yang Belum Setor Fee Bansos

Arie Dwi Satrio, Okezone · Senin 15 Maret 2021 19:13 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 15 337 2378236 juliari-instruksikan-bawahannya-coret-perusahaan-yang-belum-setor-fee-bansos-T3cHGwVtO3.jpg Sidang lanjutan terkait kasus dugaan suap bansos Covid-19 di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (15/3/2021). (Foto : Okezone/Arie Dwi Satrio)

JAKARTA - Mantan Menteri Sosial (Mensos) Juliari Peter Batubara terungkap pernah menginstruksikan anak buahnya, yaitu Adi Wahyono dan Matheus Joko Santoso untuk mencoret perusahaan atau vendor yang tidak memberikan fee terkait proyek pengadaan bansos Covid-19. Adi dan Matheus diperintahkan tidak memberikan lagi proyek kepada perusahaan yang belum menyetorkan fee.

Demikian hal itu terungkap saat tim kuasa hukum Harry Van Sidabukke membacakan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Adi Wahyono yang menjadi saksi dalam sidang lanjutan perkara dugaan suap terkait pengadaan bansos Covid-19 untuk wilayah Jabodetabek, hari ini. Adi Wahyono bersaksi untuk terdakwa Harry Van Sidabukke dan Ardian Iskandar.

Dalam BAP Adi Wahyono, terungkap adanya instruksi dari Juliari Batubara untuk mencoret perusahaan yang tidak menyetorkan fee sebesar Rp10 ribu per paket sembako untuk penanganan Covid-19. Kuasa hukum Harry mengonfirmasi soal BAP tersebut kepada Adi Wahyono.

"Atas arahan menteri tersebut, perusahaan yang belum menyetorkan uang, maka tidak usah diberikan di pekerjaan berikutnya. Apakah saksi tetap pada BAP ini? Atau saksi ingin merubah keterangan pada BAP ini?" tanya salah satu kuasa hukum Harry Van Sidabukke kepada Adi Wahyono di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Senin (15/3/2021).

"Saya tetap konsisten pada BAP. Jadi tidak ada hubungannya dengan mencoret. Karena apa? Karena di halaman berikutnya sudah ada di BAP," kata Adi Wahyono.

Mendengar jawaban Adi Wahyono yang tidak tegas, tim kuasa hukum Harry kemudian kembali mempertegas pertanyaaannya. Salah seorang tim kuasa hukum Harry Sidabukke pun mempertanyakan ada tidaknya arahan dari Juliari Batubara untuk mencoret perusahaan yang belum menyetorkan fee.

"Pertanyaan saya apakah betul ada arahan dari Pak Menteri menyatakan bahwa perusahaan yang belum menyetorkan uang tidak usah diberikan pekerjaan berikutnya? Benar atau tidak?," Tanya salah seorang kuasa hukum Harry.

Baca Juga : Sekjen & Dirjen Kemensos Ngaku Dapat Sepeda Brompton dari Adi Wahyono 

Adi Wahyono kemudian mengamini ihwal adanya perintah atau arahan dari Juliari Batubara untuk tidak lagi memberikan proyek pekerjaan kepada perusahaan yang belum menyetorkan fee Rp10 ribu per paket bansos. "Ya ada arahan Pak," singkat Adi.

Sekadar informasi, Presiden Direktur PT Tiga Pilar Agro, Harry Van Sidabukke dan konsultan hukum, Ardian Iskandar Maddanatja didakwa menyuap mantan Menteri Sosial (Mensos) Juliari Peter Batubara senilai Rp3,2 miliar. Suap itu disebut untuk memuluskan penunjukan perusahaan penyedia bantuan sosial (bansos) untuk penanganan Covid-19 di wilayah Jabodetabek.

Jaksa menyebut Harry Van Sidabukke menyuap Juliari Batubara sebesar Rp1,28 miliar. Sedangkan Ardian Iskandar, disebut Jaksa, menyuap Juliari senilai Rp1,95 miliar. Total suap yang diberikan kedua terdakwa kepada Juliari sejumlah Rp3,2 miliar.

Harry Sidabukke disebut mendapat proyek pengerjaan paket sembako sebanyak 1,5 juta melalui PT Pertani (Persero) dan PT Mandala Hamonganan Sude. Sementara Ardian menyuap Juliari terkait penunjukan perusahaannya sebagai salah satu vendor yang mengerjakan pendistribusian bansos corona.

Baca Juga : Nama-Nama yang Muncul di Persidangan Korupsi Bansos Covid-19 Bakal Diusut KPK

Uang sebesar Rp3,2 miliar itu, menurut Jaksa, tak hanya dinikmati Juliari Peter Batubara. Uang itu juga mengalir untuk Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pengadaan bansos Covid-19 di Direktorat Perlindungan dan Jaminan Sosial Korban Bencana Kemensos, Adi Wahyono serta Matheus Joko Santoso.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini