Respon Jokowi Soal Presiden 3 Periode: Itu Menampar Muka Saya dan Cari Muka!

Dita Angga R, Sindonews · Senin 15 Maret 2021 10:08 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 15 337 2377830 respon-jokowi-soal-presiden-3-periode-itu-menampar-muka-saya-dan-cari-muka-LJjFqxaKpj.jpg Presiden Joko Widodo (foto: Biro Pers Kepresidenan)

JAKARTA - Politikus Partai Ummat, Amien Rais mengungkapkan adanya dugaan keinginan dari pemerintahan saat ini agar Presiden Joko Widodo (Jokowi), dapat dipilih sebanyak tiga kali. Dan perlu diketahui dalam UUD 1945 presiden hanya dapat dipilih paling banyak dua kali.

Isu ini sebenarnya bukanlah sesuatu yang baru. Wacana presiden tiga periode sempat mencuat pada 2019 lalu. Hal ini muncul saat ada keinginan dari MPR untuk melakukan amandemen UUD 1945.

Baca juga:  Soal Jabatan Presiden 3 Periode, PDIP: Kami Belum Pernah Memikirkan

Pada Desember 2019, Presiden Jokowi pun telah menyatakan sikapnya soal isu tersebut. Menurutnya, siapapun yang ingin agar presiden dapat dipilih sebanyak tiga periode ingin menjerumuskannya dan mencari muka.

“Ada yang ngomong presiden dipilih tiga periode. Itu satu, ingin menampar muka saya. Kedua ingin cari muka. Padahal saya sudah punya muka, dan ketiga ingin menjerumuskan. Itu aja,” kata Jokowi di Istana Merdeka, pada Senin 2 Desember 2019 lalu.

Baca juga:  Wacana Penambahan Masa Jabatan Presiden Dinilai sebagai Kemunduran Demokrasi

Pada kesempatan itu juga, orang nomor satu di Indonesia itu menegaskan, menolak wacana pemilihan presiden tidak langsung. Dia mengatakan, bahwa dirinya adalah produk pemilihan langsung.

“Sejak awal, sudah saya sampaikan bahwa saya ini produk dari pemilihan langsung,” ungkapnya.

Mantan Wali Kota Surakarta ini mengatakan, sejak ada usulan amandemen UUD telah meminta untuk dibatasi hanya pada isu haluan negara. Dia pun sempat mempertanyakan apakah keinginan amandemen ini nantinya tidak melebar kemana-mana.

“Apakah tidak jangan melebar kemana-mana. Kenyataannya seperti itu kan. Ada yang lari presiden dipilih MPR. Ada yang lari presiden tiga periode. Ada yang lari presiden satu kali 8 tahun. Kan kemana-mana seperti yang saya sampaikan,” ujarnya.

Jokowi mengatakan, lebih baik tidak dilakukan amandemen jika isunya melebar dan tidak dibatasi.

“Jadi, lebih baik tidak usah amandemen. Kita konsentrasi aja ke tekanan-tekanan eksternal yang dalam hal ini bukan sesuatu yang mudah untuk diselesaikan,” pungkasnya.

Sejak saat itu wacana amandemen UUD 1945 tak lagi terdengar. Hingga kemarin Amien Rais mencurigai adanya keinginan tersebut.

“Jadi mereka akan mengambil langkah pertama meminta sidang istimewa MPR ya mungkin satu dua pasal yang katanya perlu diperbaiki. Yang mana saya juga tidak tahu. Tapi kemudian nanti akan ditawarkan pasal baru yang kemudian memberikan hak bahwa presiden itu bisa dipilih tiga kali,” kata Amien, pada Sabtu 13 Maret 2021.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini