Kisah Pakubuwono VI Ditembak Belanda dan Penyelamatan Permaisuri di Ndalem Kemasan

Doddy Handoko , Okezone · Senin 15 Maret 2021 08:58 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 15 337 2377792 kisah-pakubuwono-vi-ditembak-belanda-dan-penyelamatan-permaisuri-di-ndalem-kemasan-6GcI2gxZrJ.jpg Pakubuwono VI (Foto: istimewa)

Melihat kejadian ini Patih Sosrodiningrat II yang ibunya bersaudara dengan ibu PB VI mengambil tindakan. Setelah bermusyawarah dengan Ki Ageng Singoprono IV ( kakak ayahnya GKR Mas ), dilancarkan operasi penyelamatan GKR Mas dan bayi yang dikandungnya dengan cara membuat rumah sederhana yang tak jauh dari Kepatihan. Dulunya tempat Sinuhun PB VI bertirakat ( sekarang menjadi Sumur ).

"Karena didesak oleh waktu maka pembuatan rumah serba cepat hal ini dibuktikan dengan Soko (tiang) yang ukuran besar dibuat tanpa geraji tapi manual kapak,"jelasnya.

GKR Mas menetap di rumah ini selama hampir 30 tahun mulai melahirkan GRM Duksina sampai puteranya diangkat sebagai putera mahkota. Kemudian GKR Mas diboyong di paviliun Ngabeyan (barat Sasana Mulyo) dan diberi Gelar Ibu Suri GKR Hageng.

Di ndalem Kemasan ini GKR Mas merasakan kepedihan sebagai permaisuri yang hidup bersahaja jauh dari kemewahan apalagi tidak pernah bertemu dengan sang suami tercinta sampai sang suami ditembak mati oleh Belanda.

"Hanya da dua sepucuk surat dari PB VI dibuat dalam tembang yang menceritakan situasi sedih PB VI seperti orang tidak berharga . Sekarang surat disimpan keraton,"ungkapnya.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini