Dampak Dikudeta Moeldoko, Elektabilitas AHY Melesat Bayangi Prabowo, Ganjar, dan RK

Rakhmatulloh, Sindonews · Sabtu 13 Maret 2021 19:19 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 13 337 2377295 dampak-dikudeta-moeldoko-elektabilitas-ahy-melesat-bayangi-prabowo-ganjar-dan-rk-AeE2LnDS7j.jpg Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono. (Foto : Ist)

JAKARTA - Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Prabowo Subianto, masih menempati posisi pertama daftar tokoh atau figur yang berpeluang menjadi calon presiden pada 2024. Menteri Pertahanan itu unggul atas Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil dan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Nama Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) melesat menempati 4 besar.

Itu berdasarkan temuan lembaga survei Indonesia Elections and Strategic (indEX) Research yang dirilis pada Jumat (12/3/2021). Uniknya, dalam survei itu,Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang semula stabil di papan bawah, dalam empat bulan terakhir melesat ke empat besar.

Sementara Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga S Uno yang kerap nangkring di lima besar, perlahan terus merosot.

"Prabowo, Ridwan Kamil, dan Ganjar Prabowo mantap sebagai top three capres 2024, dibayangi AHY yang tembus ke 4 besar," kata peneliti IndEX Reseach, Hendri Kurniawan.

Ia membeberkan alasan kenapa AHY berhasil menyodok ke posisi empat besar dengan waktu yang relatif cukup singkat. Dia berdalih, AHY saat ini terkesan sebagai figur yang dizalimi setelah partainya dirundung konflik.

Baca Juga : Lengserkan AHY, Peluang Moeldoko Nyapres 2024 Mendekati Kenyataan

"Kesan AHY sebagai figur yang dizalimi tampaknya mendulang simpati dari publik. Moeldoko yang mengudeta kepemimpinan Demokrat hanya mampu meraih elektabilitas di bawah 1%," ucapnya.

Tak hanya itu, Hendri melihat elektabilitas yang dipunyai AHY saat ini memberi limpahan elektoral kepada Partai Demokrat yang dipimpinnya. AHY dipandang faktor utama kenaikan elektabilitas Demokrat dan menempatkan Demokrat sebagai partai oposisi yang diperhitungkan pemerintah.

"Aksi kubu Moeldoko yang berasal dari lingkaran istana di Kantor Staf Presiden (KSP) dengan menggelar KLB Demokrat ditengarai bagian dari upaya menjinakkan oposisi," ujarnya.

Baca Juga : Arief Poyuono Usulkan Jabatan Presiden 3 Periode, Jokowi-SBY Bisa Maju Pilpres 2024

Meski AHY masih tercecer di bawah bayang-bayang Ridwan Kamil dan Ganjar yang terus membuntuti Prabowo, yang menarik, AHY dari awalnya hanya 1-2%, dalam waktu cepat menyalip sejumlah nama, kini elektabilitasnya mencapai 7,0% berdasarkan temuan IndEX Research.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini