Diduga Hasil Suap Ekspor Benur, KPK Sita Rumah Stafsus Edhy Prabowo di Cikarang

Arie Dwi Satrio, Okezone · Jum'at 12 Maret 2021 21:15 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 12 337 2376931 diduga-hasil-suap-ekspor-benur-kpk-sita-rumah-stafsus-edhy-prabowo-di-cikarang-RWZbicjKeM.jpg KPK sita rumah stafsus Edhy Prabowo di Cikarang (Foto : Istimewa)

JAKARTA - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menyita satu unit rumah yang diduga milik mantan Staf Khusus (Stafsus) Edhy Prabowo, Andreau Misanta Pribadi (AMP). Rumah tersebut berlokasi di Perumahan Pasadena Blok A, Nomor 16, Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

"Jumat, tim penyidik KPK melakukan penyitaan 1 unit rumah yang diduga milik tersangka AMP (Andreau Misanta Pribadi) yang terletak di perumahan Pasadena Blok A no 16 Cikarang Pusat Kabupaten Bekasi Jawa Barat," kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri melalui pesan singkatnya, Jumat (12/3/2021).

Penyidik menyita rumah tersebut karena diduga hasil suap perizinan ekspor benih bening (benur) lobster. "Rumah tersebut diduga dibeli dari uang yang terkumpul dari para eksportir benih lobster di KKP," terangnya.

Dalam proses penyitaan, tim penyidik turut menghadirkan tersangka Andreau Misanta ke rumah tersebut. Penyidik juga telah memasangkan papan plang penyitaan di depan rumah yang diduga milik Andreau Misanta.

"Proses penyitaan dihadiri juga oleh tsk AMP. Tim penyidik memasang plang sita pada rumah dimaksud serta dibuat berita acara penyitaan," pungkasnya.

Sekadar informasi, KPK telah menetapkan tujuh tersangka kasus dugaan suap terkait perizinan ekspor benih lobster. Ketujuh tersangka itu yakni, mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo (EP); Stafsus Menteri Kelautan dan Perikanan, Safri (SAF) dan Andreau Misanta Pribadi (AMP).

Baca Juga : Kubu AHY Sebut Kader Partai Lain Turut Hadiri KLB Deliserdang

Kemudian, Pengurus PT Aero Citra Kargo (ACK), Siswadi (SWD); Staf Istri Menteri Kelautan dan Perikanan, Ainul Faqih (AF); dan pihak swasta Amiril Mukminin (AM). Sementara satu tersangka pemberi suap yakni, Direktur PT DPP, Suharjito (SJT).

Edhy bersama Safri, Andreau Pribadi Misanta, Siswadi, Ainul Faqih, dan Amril Mukminin diduga menerima suap sebesar Rp10,2 miliar dan USD100 ribu dari Suharjito. Suap tersebut diberikan agar Edhy memberikan izin kepada PT Dua Putra Perkasa Pratama untuk menerima izin sebagai eksportir benur.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini