Satgas Tegaskan Tak Ada Indikasi Vaksin AstraZeneca Sebabkan Pembekuan Darah

Dita Angga R, Sindonews · Jum'at 12 Maret 2021 18:59 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 12 337 2376871 satgas-tegaskan-tak-ada-indikasi-vaksin-astrazeneca-sebabkan-pembekuan-darah-PbFEwzUtMo.jpeg Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito. (BNPB)

JAKARTA - Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menegaskan vaksin AstraZeneca aman untuk digunakan. Ia mengungkapkan hal itu menanggapi kabar adanya penangguhan vaksin AstraZeneca di beberapa negara karena menyebabkan pembekuan darah.

Menurut Wiku sebagaimana yang disampaikan European Medicenes Agency (EMA) atau Regulator Obat Uni Eropa, tak ditemukan indikasi pembekuan darah akibat vaksin AstraZeneca.

“Namun pada prinsipnya vaksin AstraZeneca yang sudah ada di Indonesia aman untuk digunakan. Sesuai pernyataan EMA yang disampaikan pada hari Kamis kemarin, saat ini tidak ada indikasi bahwa vaksinasi AstraZeneca menyebabkan pembekuan darah. Hal ini juga tidak terdaftar sebagai efek samping dari vaksin AstraZeneca,” ujarnya dalam konferensi persnya, Jumat (12/3/2021).

Wiku mengatakan, lebih dari 10 juta vaksin AstraZeneca yang telah digunakan. Namun, tidak menunjukkan bukti peningkatan risiko emboli paru atau trombosis vena dalam golongan usia, jenis kelamin dan golongan lainnya di negara-negara yang menggunakan vaksin AstraZeneca.

“Hal ini menunjukkan jumlah kejadian sejenis ini secara signifikan lebih rendah pada penerima suntikan vaksin dibanding angka kejadian pada masyarakat umum,” tuturnya.

Dia pun memastikan ke depan penggunaan vaksin AstraZeneca akan terus dipantau. Hal ini untuk mengantisipasi adanya kejadian ikutan pasca-imunisasi.

Baca Juga : Kasus Covid-19 Bertambah 6.421, DKI Jadi Penyumbang Terbanyak

“Ke depan, penggunaan vaksin AstraZeneca ini akan terus dipantau sehingga jika terdapat KIPI dapat segera diambil langkah penanganan yang sesuai," tuturnya.

Baca Juga : Update Corona 12 Maret 2021 : Kasus Aktif Covid-19 Capai 140.451

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini