Kabar Baik, 6 Pasien Varian Baru Corona B117 di Indonesia Sudah Sembuh

Antara, · Jum'at 12 Maret 2021 17:23 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 12 337 2376800 kabar-baik-6-pasien-varian-baru-corona-b117-di-indonesia-sudah-sembuh-PHj5RJnByZ.jpg Foto: Antara

JAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengonfirmasi kondisi kesehatan enam pasien yang sempat terinfeksi varian baru Covid-19, B117 di Indonesia, seluruhnya telah pulih.

"Pun dengan hasil pelacakan terhadap sejumlah orang yang berinteraksi dengan pasien dilaporkan negatif berdasarkan hasil laporan laboratorium kesehatan," kata Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes Siti Nadia Tarmizi, saat menjadi pembicara pada webinar "Pemantauan Genomik Varian Baru SARS-Cov2 di Indonesia" yang dipantau di Jakarta, Jumat (12/3/2021) siang.

Baca juga: Selain Corona B117, WHO Ingatkan Mutasi B1351 dan P1 Patut Diwaspadai

Kasus itu, katanya, diketahui, kemudian dilacak dan diperiksa. "Kasus B117 sekarang semuanya sehat. Mereka tidak perlu pelayanan darurat dan sekarang semua sudah sembuh dan kasus kontak dengan mereka sudah kami ambil sampelnya, semua sudah dicek dan semua negatif. Ternyata semuanya sehat," ujar dia.

GSAID atau lembaga nirlaba pengumpul data genome virus influenza dan corona di dunia, sebelumnya melaporkan dua kasus B117 terjadi dari Karawang, satu kasus di Sumatera Utara, satu kasus dari Sumatera Selatan, satu kasus di Kalimantan Timur dan satu kasus di Kalimantan Selatan.

Baca juga: Cegah Varian Baru Covid-19, Satgas: Pengaturan Mobilitas Perjalanan Sudah Dirancang dengan Proteksi Berlapis

Nadia mengatakan Indonesia saat ini telah memiliki total 16 laboratorium yang dibagi berdasarkan regional, dengan kemampuan menganalisa whole genome sequences atau pengurutan keseluruhan genom dalam mendeteksi dini kemunculan varian baru.

"Tidak semua laboratorium punya kemampuan ini. Sebagian besar whole genome sequences dilakukan di perguruan tinggi," katanya.

Pengembangan jejaring laboratorium melalui kerja sama peningkatan jumlah sampel whole genome sequences diharapkan dapat meningkatkan jumlah sampel penelitian di Indonesia. "Diharapkan pengembangan jejaring ini untuk bantu laboratorium potensial lainnya pengembangan whole genomes sequences," katanya.

Ada 16 laboratorium yang kini dibagi berdasarkan regional. Selain Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Libangkes), ada pula Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), UIN Jakarta, Universitas Padjadjaran dan lainnya.

"Ini sentra whole genomes sequences diambil dari para pelaku perjalanan, dari puskesmas dan dari rumah sakit," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini