KPK Periksa Rombongan PNS di Sulsel Terkait Kasus Nurdin Abdullah

Arie Dwi Satrio, Okezone · Jum'at 12 Maret 2021 11:50 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 12 337 2376544 kpk-periksa-rombongan-pns-di-sulsel-terkait-kasus-nurdin-abdullah-RGuj8xuEzO.jpg Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri (Okezone)

JAKARTA - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengagendakan pemeriksaan terhadap sejumlah Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Sulawesi Selatan (Sulsel), pada hari ini, Jumat (12/3/2021). Pemeriksaan dilakukan untuk mengusut kasus dugaan suap dan gratifikasi yang menjerat Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah.

Adapun, rombongan PNS Sulsel yang diagendakan diperiksa pada hari ini yaitu, Herman Parudani; Ansar; Hizar; Suhasril; A Yusril Mallombasang; Asirah Massinai; dan Astrid Amirullah. Ketujuh PNS tersebut rencananya akan diperiksa sebagai saksi di Mapolda Sulsel.

"Hari ini, pemeriksaan saksi dugaan korupsi terkait perizinan dan pembangunan infrastruktur di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan tahun anggaran 2020-2021, bertempat di Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan," kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri melalui pesan singkatnya.

Baca Juga:  Geledah Rumah Penyuap Nurdin Abdullah, KPK Sita Beberapa Dokumen

Belum diketahui apa yang bakal didalami penyidik terhadap para PNS tersebut. Diduga, penyidik bakal mendalami pengetahuan para saksi terkait konstruksi perkara dugaan suap dan gratifikasi yang diterima oleh Nurdin Abdullah dan sejumlah pihak lainnya.

Sebelumnya, KPK telah menetapkan Nurdin Abdullah sebagai tersangka atas kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait pengadaan barang dan jasa, perizinan serta pembangunan infrastruktur di Sulawesi Selatan tahun anggaran 2020-2021. Nurdin diduga telah menerima suap dan gratifikasi.

Nurdin ditetapkan tersangka bersama dua orang lainnya. Keduanya yakni, Sekretaris Dinas (Sekdis) PUPR Sulawesi Selatan, Edy Rahmat (ER), selaku pihak yang diduga sebagai perantara suap sekaligus orang kepercayaan Nurdin Abdullah dan Direktur PT APB, Agung Sucipto (AS) selaku pemberi suap.

Baca Juga:  Kasus Nurdin Abdullah, Penyidik KPK Angkut Tiga Koper dari Kantor PUPR Sulsel

Nurdin diduga menerima suap Rp2 miliar dari Agung Sucipto melalui perantaraan Edy Rahmat. Uang suap sebesar Rp2 miliar itu diduga terkait keberlanjutan proyek wisata yang akan dikerjakan oleh Agung Sucipto di Bulukumba.

Selain suap dari Agung Sucipto, KPK menduga Nurdin juga menerima uang dari para kontraktor lainnya. Nurdin diduga menerima uang dari kontraktor lainnya sebesar Rp3,4 miliar yang berkaitan dengan sejumlah proyek di Sulsel.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini