Inggit Ganarsih, Istri Soekarno yang Lebih Memilih Cerai Ketimbang Dimadu

Tim Okezone, Okezone · Minggu 14 Maret 2021 06:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 12 337 2376375 inggit-ganarsih-istri-soekarno-yang-lebih-memilih-cerai-ketimbang-dimadu-cqVLyosqMq.jpg Inggit Ganarsih (Foto: Istimewa)

Saat lahir, Inggit memiliki nama Garnasih. Garnasih merupakan singkatan dari kesatuan kata Hegar Asih. Di mana Hegar berarti segar menghidupkan dan Asih berarti kasih sayang.

Lalu, kata Inggit yang kemudian menyertai di depan namanya berasal dari jumlah uang seringgit. Semasa kecil Garnasih menjadi sosok yang dikasihi teman-teman sejawatnya. Bahkan, ketika tumbuh menjadi dewasa Inggit menjadi sosok perempuan berparas cantik di antara teman-teman sejawatnya.

Dari berbagai sumber yang diperoleh Okezone, kecantikan Inggit membuat muncul kata-kata dari kerabatnya semasa itu. Kata-kata itu ''Mendapatkan senyuman dari Garnasih ibarat mendapat uang seringgit''.

Semasa remaja, Inggit menjadi pujaan bagi kalangan kaum Adam. Bahkan, tidak sedikit kaula muda kaum Adam menaruh kasih padanya. Rasa kasih tersebut diberikan dalam bentuk uang, rata-rata berjumlah seringgit.

Berangkat dari hal tersebut, nama Garnasih, ditambah pada awal nama menjadi Inggit dan menjadi nama depannya. Ketika tumbuh menjadi remaja, sosok Inggit mejadi ''Bunga Desa'' di tanah kelahirannya.

Memiliki paras yang cantik membuat kaum Adam kala itu berupaya mendapatkan perhatian dari sosok perempuan yang meninggal dunia, pada 13 April 1984, di Bandung, Jawa Barat, dalam usia 96 tahun.

Bahkan, semasa itu Inggit sempat dipersunting Nata Atmaja, salah satu Patih di Kantor Residen Priangan. Namun, pernikahan tersebut tidak bertahan lama dan berakhir dengan perceraian.

Kemudian, Inggit kembali membina rumah tangga dengan menikah kembali dengan Haji Sanusi, salah satu pengusaha yang aktif di Sarekat Islam. Dalam pernikahan kedua Inggit dengan Haji Sanusi, mula-mulanya baik-baik.

Namun, jalinan perkawinan tersebut tidak bisa dibilang bahagia. Hal tersebut ditandai dengan sang suami, Haji Sansi kerap kali meninggalkan Inggit, lantaran terlalu sibuk dengan pekerjaan. Hingga pada akhirnya memutuskan untuk bercerai.

Bahtera rumah tangga yang telah dijalin dengan Haji Sanusi, kandas. Hingga pada akhirnya, Inggit bertemu dengan sosok Soekarno. Pada waktu itu, Soekarno telah menikah dengan Siti Oetari.

Konon, rasa cinta, Bung Karno pada Siti Oetari lebih condong seperti cinta kepada saudara. Sehingga Soekarno menceraikan Oetari. Sementara, Inggit juga secara resmi berpisah dengan Sanusi. Lalu, Bung Karno dan Inggit, menikah di rumah orangtua Inggit di Jalan Javaveem, Bandung, Jawa Barat.

Meskipun berstatus janda, Bung Karno tetap menyayangi Inggit. Hal ini ditandai dengan pernikahan Bung Karno dan Inggit mencapai 20 tahun. Pada tahun tahun 1942, Inggit memutuskan untuk berpisah dengan Bung Karno.

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini