Kasus Penembakan Laskar FPI, IPW Minta Jejak Digital Handphone 3 Pelaku Diperiksa

Carlos Roy Fajarta, · Jum'at 12 Maret 2021 05:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 12 337 2376369 kasus-penembakan-anggota-fpi-ipw-minta-jejak-digital-handphone-3-pelaku-diperiksa-okDx8nPDHZ.jpg Foto: Istimewa

JAKARTA - Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane meminta pemeriksaan terhadap jejak digital handphone dari tiga anggota kepolisian yang menjadi tersangka dalam kasus penembakan anggota FPI di KM 50 Tol Jakarta-Cikampek.

"Kami mendesak agar pihak pihak yang menangani kasus penembakan ini segera membuka akses komunikasi handphone para polisi di lapangan yang diduga menembak keenam laskar FPI tersebut," ujar Neta S Pane, Kamis (11/3/2021) dalam keterangan tertulisnya.

Dikatakannya sepanjang proses penguntitan pastinya telah terjadi komunikasi intensif antara polisi. Sehingga dalam komunikasi itu segala tindakan petugas di lapangan dapat tetap terkendali dan sesuai kontrol atasannya.

"Untuk membuka kasus ini secara transparan, semua akses komunikasi dalam proses penguntitan tersebut perlu dibuka. Komunikasi handphone antar ketiga polisi yang dituduh menembak itu dengan atasannya harus dibuka agar diketahui apa sesungguhnya perintahan atasannya itu," tambah Neta S Pane.

Baca Juga: Sebelum Puasa, TP3 Akan Serahkan Buku Putih Kasus 6 Laskar FPI ke Jokowi

Ia menyebutkan selama ini akses komunikasi dan jejak digital komunikasi para polisi di lapangan tersebut sepertinya belum dibuka oleh Komnas HAM. Padahal disana ada jejak digital yang bisa menjadi petunjuk.

"Sebelum jejak tersebut dihilangkan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, jejak digital itu harus diamankan. Apalagi Komnas HAM sendiri mengindikasikan adanya unlawfull killing (pembunuhan di luar proses hukum) terhadap anggota ll FPI," tandas Neta S Pane.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini