Kisah Raja Majapahit Dipenggal Kepalanya dalam Perang Saudara

Doddy Handoko , Okezone · Kamis 11 Maret 2021 09:31 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 11 337 2376004 kisah-raja-majapahit-dipenggal-kepalanya-dalam-perang-saudara-NOsNIoAg0s.jpg Candi Arimbi di Jombang peninggalan kerajaan Majapahit.(Foto:Okezone)

Awalnya perang saudara itu dimenangkan oleh Wirabhumi. Namun, setelah Wikramawarddhana mendapat bantuan dari Bhre Tumapel, Kedaton Wetan pun dikalahkan. Wirabhumi melarikan diri, dikejar Raden Gajah (Bhra Narapati) dan tertangkap. Wirabhumi dipenggal kepalanya pada 1328 Saka (1406).

Karena tentara dan dana kerajaan banyak tersedot untuk memadamkan pemberontakan-pemberontakan, akhirnya raja-raja di luar Jawa memisahkan dari ketergantungan terhadap Majapahit.

Wikramawarddhana memerintah Majapahit sampai meninggal pada 1351 Saka (1429). Dia digantikan putrinya, Suhita, yang memerintah pada 1429-1447.

Perang saudara itu muncul pula dalam catatan Tionghoa dari masa Dinasti Ming. Lewat Ming Shih yang diterjemahkan W.P. Groeneveldt dalam Nusantara dalam Catatan Tionghoa.

Dituliskan setelah Kaisar Ch’eng-tsu bertakhta pada 1403, dia mengadakan hubungan diplomatik dengan Jawa. Dia mengirim utusan kepada raja “bagian barat”, Tu-ma-pan dan kepada raja “bagian timur”, Put-ling-ta-hah atau P’i-ling-da-ha.

Nama asli Bhre Wirabhumi tidak diketahui. Menurut Pararaton, ia adalah putra Hayam Wuruk dari selir, dan menjadi anak angkat Bhre Daha istri Wijayarajasa, yaitu Rajadewi.

Bhre Wirabhumi kemudian menikah dengan Bhre Lasem sang Alemu, putri Bhre Pajang (adik Hayam Wuruk).

Dalam Nagarakretagama dituliskan bahwa istri Bhre Wirabhumi adalah Nagarawardhani, putri Bhre Lasem alias Indudewi. Indudewi adalah putri Rajadewi dan Wijayarajasa.

Bhre Wirabhumi yang lahir dari selir Hayam Wuruk, menjadi anak angkat Rajadewi (bibi Hayam Wuruk), dan kemudian dinikahkan dengan Nagarawardhani, cucu Rajadewi.

(saz)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini