Amien Rais Dkk Audiensi Tewasnnya 6 Laskar ke Jokowi, Eks Pengacara FPI: Mereka Orang Hebat

Dimas Choirul, MNC Media · Rabu 10 Maret 2021 19:39 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 10 337 2375807 amien-rais-dkk-audiensi-tewasnnya-6-laskar-ke-jokowi-eks-pengacara-fpi-mereka-orang-hebat-kEWawVJwuf.jpeg Audiensi TP3 dengan Jokowi. (Foto: Biro Pers Sekpres)

JAKARTA - Mantan Kuasa Hukum Front Pembela Islam (FPI) Aziz Yanuar berucap syukur terhadap langkah Tim Pengawal Peristiwa Pembunuhan (TP3) Laskar FPI, yang mendatangi Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Tim yang dipimpin Amien Rais itu beraudiensi langsung dengan Jokowi, guna mendorong kasus tewasnya enam laskar FPI di Km 50 tol Jakarta-Cikampek. Aziz menilai tokoh-tokoh dalam TP3 adalah orang-orang hebat. 

"Alhamdulillah.. kami bersyukur pada Allah masih ada bapak bangsa seperti beliau dan tokoh-tokoh hebat dalam TP3," ucap Aziz saat dihubungi Reporter MNC Portal, Rabu (10/3/2021).

Baca juga: Naik Penyidikan, Polri Pastikan Belum Ada Tersangka di Kasus Unlawful Killing

Aziz mengatakan, TP3 merupakan orang-orang yang hebat dan bernyali besar. Mereka, lanjutnya, adalah tokoh yang berani menyuarakan keadilan di Republik ini.

"(Mereka) yang nurani dan nyalinya msh besar untuk menyuarakan kebenaran dan keadilan terhadap anak-anak bangsa," katanya. 

Aziz berharap, dengan dibukakannya pintu TP3 ke Istana, akan ada keadilan hukum bagi 6 Laskar FPI. 

Sebelumnya, Amien Rais dkk mendatangi kantor Istana Kepresidenan di Jakarta Selasa, (9/3/2021). Mereka membahas mengenai tewasnya 6 laskar FPI di Kilometer 50 tol Jakarta-Cikampek beberapa bulan lalu.  

Baca juga: Polri Hentikan Kasus Penyerangan Tersangka 6 Laskar FPI

Dalam pertemuan yang berlangsung kurang lebih 15 menit itu,  TP3 meyakini bahwa telah terjadi perbuatan pelanggaran HAM berat. Salah satu Anggota TP3 Marwan Batubara menuturkan, tujuan dari tim ini untuk mengawal penyelidikan dan mencari fakta atas kasus pembunuhan enam laskar FPI.

Pihaknya berkeyakinan bahwa enam laskar itu, merupakan anak bangsa, yang telah dibunuh secara kejam dan melawan hukum atau extra judicial killing.

"Polri memang telah menetapkan tiga tersangka dalam kasus ini. Selain itu, Komnas HAM menyatakan telah terjadi pelanggaran pidana biasa. Akan tetapi temuan kami menyatakan pembunuhan tersebut merupakan pelanggaran HAM berat," katanya. 

Oleh karena itu, TP3 menganggap kasus ini masih jauh dari penyelesaian yang sesuai dengan asas keadilan dan kemanusiaan sesuai Pancasila maupun UUD 1945.

"Kami mendesak kasus ini harus segera diselesaikan secara tuntas, transparan dan berkeadilan, agar tidak menjadi warisan buruk dari pemerintahan," ujarnya. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini