Kekerasan Terhadap Perempuan Meningkat 5 Kali Lipat Selama Pandemi Covid-19

Binti Mufarida, Sindonews · Rabu 10 Maret 2021 14:04 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 10 337 2375537 kekerasan-terhadap-perempuan-meningkat-5-kali-lipat-selama-pandemi-covid-19-3XHkKxkci0.jpg Ilustrasi (Dokumentasi Okezone)

JAKARTA - Sekretaris Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kementerian PPPA), Pribudiarta Nur Sitepu melaporkan angka kekerasan perempuan dan anak meningkat saat pandemi Covid-19.

“Terjadi peningkatan kasus terhadap perempuan maupun anak selama masa pandemi. Jadi dari tanggal 1 Januari sampai 28 Februari 2020 dan setelah pandemi 29 Februari sampai dengan 31 Desember terjadi perbedaan yang cukup signifikan,” ungkap Pribudiarta dalam Rapat Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana Tahun 2021 secara virtual, Rabu (10/3/2021).

Pribudiarta mengatakan bahwa pada saat pandemi Covid-19 kasus kekerasan terhadap perempuan meningkat lima kali lipat. “Jadi sebelum pandemi ada sekitar 1.913 kasus kekerasan terhadap perempuan. Dan pada saat bak pada saat mandi ini terjadi lebih dari 5.500 kasus. Jadi ada 5 kali lebih daripada biasanya,” ungkapnya.

Selain itu, kekerasan pada anak pada saat pandemi juga mengalami peningkatan. Dimana kekerasan terhadap anak sebanyak 7.190 selama pandemi Covid-19. “Pada anak juga terjadi peningkatan yang cukup signifikan yaitu dari sebelum pandemi ada sekitar 2.851 kasus kekerasan terhadap anak yang dilaporkan di dalam Simponi. Kemudian kasus itu meningkat sekitar 7.190 lebih kasus ketika masa pandemi,” kata Pribudiarta.

Baca Juga: Wagub DKI: Penyaluran BST Tahap 2 di Pandemi Covid-19 Berjalan Baik

“Jadi memang secara signifikan terjadi peningkatan jumlah kasus kekerasan terhadap anak pada masa pandemi Covid,” ungkap Pribudiarta.

Pribudiarta mengatakan berbagai kasus kekerasan perempuan dan anak ini dikumpulkan ke dalam sistem online atau Simponi milik Kementerian PPPA bekerjasama dengan 3.500 lebih Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) juga Unit Pelayanan Terpadu Daerah (UPTD) dan Kepolisian.

“Berbagai kasus ini, kami kumpulkan di dalam sistem informasi online atau Simponi jadi sistem informasi online perlindungan perempuan dan anak yang merupakan satu portal yang bekerja sama dengan lebih dari 3.500 LSM termasuk juga UPTD dan Kepolisian PPPA di daerah yang kemudian memberikan data dan laporan kepada kepada Simponi,” kata Pribudiarta.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini