Jaksa KPK Harap Nurhadi dan Menantunya Divonis Sesuai Tuntutan

Arie Dwi Satrio, Okezone · Rabu 10 Maret 2021 10:37 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 10 337 2375373 jaksa-kpk-harap-nurhadi-dan-menantunya-divonis-sesuai-tuntutan-vVuvriweQx.jpg Nurhadi (Foto: Okezone)

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berharap majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat memvonis mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA), Nurhadi dan menantunya, Rezky Herbiyono, sesuai tuntutan yang dilayangkan tim Jaksa Penuntut Umum (JPU).

"Tim JPU KPK berharap seluruh uraian analisa hukum perbuatan para terdakwa dalam surat tuntutan disepakati oleh majelis hakim dalam pertimbangan putusannya nanti. Terkhusus untuk pidana badan dan uang pengganti juga sependapat dengan Tim JPU," kata Jaksa KPK yang menangani perkara Nurhadi, Takdir Suhan saat dikonfirmasi, Rabu (10/3/2021).

Sekadar informasi, sidang dengan agenda pembacaan amar putusan untuk terdakwa Nurhadi dan Rezky Herbiyono, akan digelar di Pengadilan Tipikor pada PN Jakpus, pada sore hari ini. Nurhadi dan Rezky bakal divonis atas kasus dugaan suap dan penerimaan gratifikasi terkait pengurusan perkara di MA.

Baca Juga:  Nurhadi dan Menantunya Juga Dituntut Bayar Uang Pengganti Rp83 Miliar

Sebelumnya, tim JPU pada KPK telah melayangkan tuntutan terhadap Nurhadi dan Rezky. Jaksa menuntut majelis hakim untuk menjatuhkan pidana 12 tahun penjara terhadap Nurhadi. Sedangkan menantu Nurhadi, Rezky Herbiyono dituntut dengan pidana 11 tahun penjara.

Adapun, pertimbangan yang memberatkan tuntutan jaksa terhadap Nurhadi dan menantunya yakni karena keduanya telah merusak citra lembaga peradilan. Khususnya, lembaga Mahkamah Agung (MA). Keduanya juga dinilai berbelit-belit dan tidak mengakui perbuatannya di persidangan.

Sementara hal-hal yang meringankan tuntutan untuk para terdakwa hanya satu yakni, Nurhadi maupun Rezky Herbiyono belum pernah dihukum. Atas dasar itulah Jaksa menuntut hukuman pidana yang cukup tinggi terhadap Nurhadi dan menantunya.

Selain pidana penjara, Nurhadi dan menantunya juga dituntut untuk membayar denda. Masing-masing terdakwa dituntut untuk membayar denda sebesar Rp1 miliar subsidair enam bulan kurungan.

Jaksa juga menuntut keduanya dengan pidana tambahan. Pidana tambahan itu yakni meminta agar majelis hakim mewajibkan Nurhadi dan Rezky membayar uang pengganti sebesar Rp83.013.955.000 (Rp83 miliar) selambat-lambatnya satu bulan setelah putusan pengadilan berkekuatan hukum tetap alias inkrakh.

Dijelaskan Jaksa, jika dalam jangka waktu yang telah ditentukan tersebut Nurhadi dan Rezky tidak kunjung membayar uang pengganti, maka harta bendanya disita dan dilelang untuk menutupi uang pengganti tersebut. Jika harta bendanya tidak mencukupi untuk membayar uang pengganti, maka digantu dengan pidana dua tahun penjara.

Jaksa meyakini Nurhadi dan menantunya, Rezky Herbiyono menerima gratifikasi senilai Rp37.287.000.000 dari sejumlah pihak yang berperkara di lingkungan pengadilan tingkat pertama, banding, kasasi, hingga Peninjauan Kembali (PK).

Baca Juga:  Nurhadi Berkali-kali Bersumpah dengan Nama Tuhan di Persidangan

Selain itu, Nurhadi dan menantunya juga diyakini jaksa telah menerima suap sebesar Rp 45.726.955.000 dari Direktur Utama PT Multicon Indrajaya Terminal (PT MIT) Hiendra Soenjoto. Uang suap tersebut diberikan agar memuluskan pengurusan perkara antara PT Multicon Indrajaya Terminal (PT MIT) melawan PT Kawasan Berikat Nusantara (PT KBN) terkait dengan gugatan perjanjian sewa menyewa depo kontainer.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini