Kasatlantas Cantik Iptu Rita Nyaris Ditipu 2 Pemuda, Begini Ceritanya

INews.id, · Rabu 10 Maret 2021 10:22 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 10 337 2375366 kasatlantas-cantik-iptu-rita-nyaris-ditipu-2-pemuda-begini-ceritanya-sgKO1Lh9ZG.jpg Iptu Rita Yuliana (Foto: Instagram)

MATARAM - Kasatlantas Polres Lombok Barat Iptu Rita Yuliana hampir ditipu dua pemuda. Saat itu, polwan cantik tersebut bersama anggota Srikandi Zebra tengah melaksanakan operasi patroli penegakan protokol kesehatan Covid-19.

Namun, kejadian penipuan yang dialami Iptu Rita hanyalah sebuah film yang berjudul Pagahdlokdon karya Bidhumas Polda NTB yang digarap pada pekan lalu.

Baca juga: Kasatlantas Cantik Iptu Rita Unggah Foto Rambut Panjang, Netizen: Dayana Menangis Lihat Ibu

Film pendek bergenre komedi ini disebarkan melalui akun Youtube sebagai bahan imbauan kepada masyarakat tentang pentingnya penerapan protokol kesehatan Covid-19.

Baca juga: 5 Pesona Anggi Rossanti, Polwan Cantik Gadis Favorit Bengkulu 2018

“Film ini bergenre komedi yang diperankan dua orang personel yakni Briptu Maman dan Briptu Tauffan di mana dalam film ini mereka diceritakan adalah orang yang sangat ngeyel saat dikasih tahu. Film ini kami buat sebagai sarana dalam memberikan imbauan kepada masyarakat tentang tugas-tugas Kepolisian,” kata Kabidhumas Polda NTB Kombes Pol Artanto dilansir dari portal resmi Polda NTB, Rabu (9/3/2021).

Dalam sebuah adegan film tersebut diperlihatkan Iptu Rita dan personelnya mendapati dua pemuda yang tengah asyik mengobrol tidak menggunakan masker di sebuah taman, bundaran patung sapi, Kecamatan gerung, Kabupaten Lombok Barat.

Melihat kedatangan Personel Srikandi Zebra menghampiri mereka dan merasa akan dihukum push up, kedua pemuda itupun berencana menipu Iptu Rita dan anggotanya dengan cara salah satunya menyamar sebagai wisatawan China yang sok-sokan menggunakan bahasa Mandarin.

Dua pemuda itu ingin mengelabui petugas. Iptu Rita yang merasa kebingungan akhirnya itu pun membalas perkataan kedua pemuda tersebut dengan bahasa mandarin yang fasih dan benar. Alhasil, kedunya melongo dan merasa malu sendiri.

Lebih lanjut, Artanto mengungkapkan imbauan dalam bentuk film pendek tersebut sengaja dibuatnya agar lebih mudah diterima oleh masyarakat. Menurut dia, imbauan tak hanya dilakukan secara langsung namun juga bisa dilakukan melalui media sosial mengingat masyarakat juga sudah banyak yang menggunakan medsos dalam kehidupan sehari-hari.

“Mengingat kita sudah memasuki era 4.0 bahkan 5.0 maka kami dari Polri Presisi (Prediktif–Responsibilitas–Transparansi Berkeadilan) dituntut untuk memberikan imbauan harkamtibmas kepada masyarakat dengan mengedepankan sisi humanis,” ujarnya.

(fkh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini