Propam Polri Belum Terima Laporan soal Intel Polres Intimidasi Kader Demokrat

Tim Okezone, Okezone · Rabu 10 Maret 2021 09:26 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 10 337 2375336 propam-polri-belum-terima-laporan-intel-polres-ancam-kader-demokrat-5pO4m2iInX.jfif Irjen Ferdy Sambo (Foto: istimewa)

JAKARTA - Kepala Divisi Propam Polri, Irjen Ferdy Sambo menegaskan bahwa pihaknya belum mendapatkan laporan apapun soal adanya dugaan intel Polres yang melakukan intimidasi kader Demokrat untuk mengakui hasil Kongres Luar Biasa (KLB) Deliserdang.

"Sampai dengan hari ini dan jajaran wilayah belum mendapatkan laporan yang dimaksud," kata Ferdy dalam keterangannya, Rabu (10/3/2021).

Baca juga: 2 Polisi Diduga Terlibat Penjualan Senpi ke KKB, Propam Kirim Tim Khusus

Propam Polri, lanjut dia, mengimbau siapa saja yang mengetahui adanya intimidasi tersebut untuk segera melapork; annya ke Propam Polri hingga jajarannya di wilayah.

Baca juga: Kader Demokrat di Daerah Tidak Takut Hadapi Teror Kubu Moeldoko

"Siapa saja melihat, mendengar, dan mengetahui adanya anggota Polri yang menginteli, menguntit, menyelidiki, dan bahkan mengintimidasi diimbau melaporkan hal tersebut ke Propam Polri dan atau Jajaran Propam Wilayah," ujar dia.

Dia memastikan, pihaknya akan menindaklanjuti laporan tersebut. Propam juga akan melakukan penyelidikan secara terbuka, tranparan, dan akuntabel.

"Propam Polri mengimbau kepada seluruh masyarakat agar setiap pelanggaran anggota Polri baik pelanggaran disiplin dan Kode etik profesi Polri dilaporkan resmi melalui pelayanan aduan di Mabes Polri dan jajaran wilayah," tuturnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Benny K Harman memperoleh informasi bahwa pengurus di tingkat kabupaten/kota mendapat ancaman dari intel-intel Polres setempat.

"Para pengurus Demokrat tingkat kabupaten dan kota kini resah. Mereka diancam intel-intel Polres untuk menyerahkan nama-nama pengurus inti partai," kata Benny dalam cuitan akun twitternya, Selasa 9 Maret 2021.

Tak hanya itu, Benny menyebut, intel tersebut mendapatkan perintah langsung dari Kapolres. Kemudian, kata Benny, ada juga pengurus yang dipaksa untuk menerima KLB Demokrat di Deliserdang, Sumatera Utara.

Namun klaim Benny itu tak menyebut secara rinci kabupaten dan kota mana yang dimaksud. Begitu juga Polres wilayah mana yang disebut menyuruh intel-intelnya.

(fkh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini