Jadi Beban Jokowi, Demokrat: Moeldoko Harus Out dari Istana

Kiswondari, Sindonews · Rabu 10 Maret 2021 08:42 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 10 337 2375322 jadi-beban-jokowi-demokrat-moeldoko-harus-out-dari-istana-0HKmzMnFge.jpg Wasekjen Demokrat Irwan (Foto: dpr.go.id)

JAKARTA - Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP Partai Demokrat, Irwan menyebut, Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko telah menjadi beban bagi Presiden Joko Widodo (Jokowi), dengan adanya insiden Kongres Luar Biasa (KLB) Demokrat di Sibolangit, Deliserdang, Sumatera Utara, Jumat 5 Maret 2021 lalu.

"Dengan peristiwa KLB ilegal ini tentu Moeldoko telah menjadi beban politik, sosial, hukum dan lebih bahayanya lagi jadi beban ekonomi bagi Presiden Jokowi di tengah fokus negara untuk pemulihan ekonomi sosial di tengah pandemi Covid-19," kata Irwan saat dihubungi, Rabu (10/3/2021).

Baca juga: Emil Dardak Akui Kecolongan, Kader Demokrat Jatim Ada yang Ikut KLB untuk Kudeta AHY

Menurut dia, perbuatan kotor Moeldoko ini tentu mempengaruhi kredibilitas pemerintahan Jokowi di hadapan para investor, karena tidak adanya kepastian hukum dari pemerintah. Bagaimanapun Moeldoko adalah seorang pejabat pemerintahan.

Baca juga: Andi Arief : Verifikasi Hasil KLB Deliserdang Jangan Hanya Formalitas

"Investor akan takut untuk berinvestasi di Indonesia. Demokrat yang memiliki kekuatan politik saja diperlakukan tidak adil oleh bagian elemen kekuasaan. Ini preseden buruk tentunya pada iklim investasi," ujar legislator asal Kalimantan Timur (Kaltim) itu.

Terlebih, dia menambahkan, Presiden Jokowi pernah berkomitmen untuk menegakkan demokrasi. Ini artinya juga menjaga agar partai-partai politik yang berada di luar pemerintahan, untuk tidak dilemahkan.

"Untuk membuktikan itu tidak ada jalan lain. Moeldoko harus out dari istana karena telah terlibat GPK PD (gerakan pengambilalihan kepemimpinan Partai Demokrat)," tandas Irwan.

(fkh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini