Satgas: Muda & Tanpa Komorbit Bisa Terkena Long Covid-19

Dita Angga R, Sindonews · Rabu 10 Maret 2021 07:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 10 337 2375279 satgas-muda-tanpa-komorbit-bisa-terkena-long-covid-19-6XV1gRxNP9.jpg Wiku Adisasmito (Foto: Dok BNPB)

JAKARTA - Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, saat ini tengah ramai dibicarakan terkait dengan long covid. Dia menejelaskan bahwa long covid merupakan gejala sakit berkepanjangan yang diderita setelah tes covid-19 menunjukkan hasil negatif.

“Menurut penelitian yg dilakukan oleh WHO sebagian besar orang yang menderita covid-19, ini mengalami gejala ringan sampai sedang. Sedangkan sekitar 10-15% kasus ini berujung pada gejala berat. Dan sekitar 5% menderita penyakit yang kritis,” katanya dikutip dari Youtube Sekretariat Presiden, Rabu (10/3/2021).

Baca juga: 18 Gejala Long Covid-19, Ini yang Harus Dilakukan jika Merasakannya

Wiku menjelaskan bahwa secara umum penderita covid-19 akan sembuh dalam watu dua sampai dengan enam minggu. Namun untuk sebagian orang akan mengalami beberapa gejala setelah beberapa minggu dinyatakan pulih.

Baca juga: Penelitian Ungkap Long Covid-19 Bisa Sebabkan Rambut Rontok

“Inilah yang disebut sebagai long covid. Hal ini dapat terjadi juga kepada mereka yang menderita gejala ringan, mereka yg berusia muda atau anak-anak dan juga tidak memiliki komorbit,” ungkapnya.

Lebih lanjut dia menguraikan bahwa dari sampel yang berumur 18 hingga 34 tahun yang sebelumnya sehat, 20% atau 1 di antara 5 kasus melaporkan menderita beberapa gejala yang berkepanjangan setelah menderita covid-19. Namun dia mengatakan bahwa orang menderita long covid tidak akan menularkan gejala yang sama ataupun virus covid-19 kepada sekitarnya.

Dia pun menguraikan beberapa gejela long covid. Di antaranya kelelahan, kesulitan bernapas, batuk, sakit persendian dan sakit dada. Sedangkan gejala lain yang juga mungkin ditemui adalah kesulitan berpikir dan berkonsentrasi atau sering disebut sebagai brain fog. Kemudian depresi, sakit pada otot, sakit kepala, demam dan jantung berdebar.

“Meski kasusnya jarang ada juga ditemui, komplikasi medis yang mungkin menyebabkan masalah kesehatan berkepanjangan di beberapa penyintas covid-19. Masalah ini tampak mempengaruhi sistem organ tubuh yang berbeda. Antara lain jantung terjadi pembengkakkan otot jantung. Kemudian pernafasan ini masalah pada fungsi paru-paru. Yang ketiga kerusakan ginjal akut. Kemudian yg keempat adalah gatal-gatal dan rambut rontok. Yang kelima adalah masalah pada Indra penciuman dan perasa,” paparnya.

Wiku meminta agar masyarakat lebih waspada. Dampak panjang dari long covid disebut sangat berpotensi juga mengganggu produktivitas kedepannya.

“Walaupun fakta-fakta yang saya paparkan mungkin terlihat menakutkan namun saya meminta masyarakat untuk tetap tenang. Jika mulai merasakan gejala seperti yang saya sebutkan sebelumnya maka segera kunjungi fasilitas kesehatan terdekat,” pungkasnya.

(fkh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini