Ustadz Yusuf Mansur Unggah Foto Pertemuan Jokowi-Amien Rais Bahas Tewasnya Laskar FPI

INews.id, · Rabu 10 Maret 2021 04:43 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 10 337 2375254 ustadz-yusuf-mansur-unggah-foto-pertemuan-jokowi-amien-rais-bahas-tewasnya-laskar-fpi-2JbH3jDvRF.jpeg Presiden Jokowi saat menerima anggota TP3 Laskar FPI. (Biro Pers Setpres)

JAKARTA - Ustadz Yusuf Mansur membagikan foto Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat menerima kunjungan Tim Pengawal Peristiwa Pembunuhan (TP3) enam laskar FPI yang dipimpin Amien Rais di Istana Negara, Jakarta, Selasa (9/3/2021). Foto itu dibagikan melalui akun Instagram pribadinya @yusufmansurnew.

Dalam foto itu tampak Jokowi didampingi Menko Polhukam Mahfud MD dan Mensesneg Pratikno.

Sebelumnya diketahui, Mahfud MD mengatakan pertemuan tersebut berlangsung hanya sebentar.

"Pertemuan tak sampai 15 menit, berlangsung pendek dan serius," ucap Mahfud dalam konferensi pers di Istana Negara, Jakarta, Selasa (9/3/2021).

Pada foto yang diunggah, tampak Jokowi menggunakan kemeja putih lengan panjang dan celana hitam. Sementara itu tepat di sampingnya ada Amien Rais yang mengenakan kopiah serta batik lengan panjang dengan kombinasi warna hitam dan merah.

Sementara itu di belakang keduanya ada Mahfud MD yang tampak sedang berbincang dengan orang lain. Pertemuan itu dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan ketat karena semua orang nampak menggunakan masker dan faceshield.

Unggahan foto itu disertai keterangan dari Ustaz Yusuf Mansur yang mendoakan agar peristiwa tewasnya enam laskar FPI menemui titik yang lebih terang. Dia menjelaskan semua upaya merupakan usaha untuk berbaik sangka.

Baca Juga : Di Hadapan TP3 Laskar FPI, Mahfud MD: Pemerintah Tidak Ikut Campur

"Selamat berjuang, Bapak-Bapak semua. Kami hanya punya doa dan baik sangka. Met SIT. Sedekah, Istighfar, Tasbih. AYM4Surah; Yaasiin, arRahman, al Waaqi'ah, al Mulk," tulis Ustaz Yusuf Mansur.

Mahfud MD menjelaskan dalam pertemuan itu TP3 meminta peristiwa tewasnya enam laskar FPI dibawa ke pengadilan HAM internasional. Mereka menilai peristiwa itu mengandung pelanggaran HAM berat.

Namun, Presiden Jokowi, menurut Mahfud menjawab jika investigasi kasus itu sudah dilakukan secara independen dan transparan serta tanpa intervensi pemerintah oleh Komnas HAM. Menurut Jokowi, Komnas HAM menyatakan peristiwa itu hanya mengandung pelanggaran HAM biasa.

Baca Juga : TP3 Laskar FPI Singgung Neraka Jahanam saat Bertemu Jokowi

"Kami pemerintah menunggu dan terbuka jika ada yang bisa memberi bukti bahwa peristiwa itu mengandung unsur pelanggaran HAM berat. Tapi mereka mengatakan tidak ada, padahal keyakinan saja tak cukup, harus ada bukti," ujar Mahfud.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini