Alami Hipospadia, KSAD Tegaskan Serda Aprilia Bukan Transgender

Komaruddin Bagja, Sindonews · Selasa 09 Maret 2021 20:49 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 09 337 2375162 alami-hipospadia-ksad-tegaskan-serda-aprilia-bukan-transgender-of6ArpeEKb.jpg KSAD Jenderal Andika Perkasa (Foto: Puspen TNI)

JAKARTA - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Andika Perkasa menegaskan bahwa Serda Aprilia Manganang bukanlah seorang transgender. Dia mengatakan, mantan pevoli tersebut mengalami hipospadia.

Andika juga menegaskan bahwa Aprilia Manganang tidak masuk dalam katagori interseks berdasarkan proses penanganan medis.

 Baca juga: Mayjen TNI Bakti Agus Fadjar Resmi Jadi Wakil KSAD

"Serda Manganang ini bukan transgender, bukan juga intersex, dia tidak masuk dalam kategori itu semua. Tim Dokter pun tahu semua definisinya, kelainan yang dialami adalah hipospadia," kata Andika di Mabesad, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Selasa (9/3/2021).

Baca juga: Kasad Minta Pasokan Bantuan untuk Penanganan Bencana Dipercepat

Andika mengatakan, Serda Aprilia menyambut baik hasil pemeriksaan medisnya. Sebab, mulai dari kecil hingga remaja Aprilia kerap menjadi bahan perundungan.

"Dia sangat excited dalam penanganan medis ini, karena pengakuan Manganang ini, dia sering menjadi objek bulian sejak SMA atau remaja. Bulian terhadapnya juga udah enggak direm, apapun yang dilihat orang lain, selalu ditanyakan dan ini yang membuat Serda Aprilia Manganang cenderung menjauh," ujarnya.

Menurut dia, tidak ada maksud apapun untuk mengubah keadaan Serda Aprilia dari statusnya yang sebelumnya perempuan.

Andika mengungkapkan bahwa dirinya hanya berinisiatif untuk membantu anggotanya setelah melihat foto dari Serda Aprilia.

"Yang pertama sebenarnya tidak ada event yang menjadikan seperti titik balik tapi secara kebetulan saja Pangdam melakukan pemeriksaan di sini, jujur ya sebelum dilaporkan oleh kepala pusat kesehatan Angkatan Darat ke saya sayapun kemudian secara tidak sengaja melihat foto dari Sersan Manganang dan langsung timbul inisiatif saya sebagai pimpinan dan pembina di Angkatan Darat paling tidak harus menanyakan apa yang bisa saya bantu untuk dia," terangnya.

"Makanya saya hubungi Pangdam saya panggil Sersan Manganang ke Jakarta sampai dengan seterusnya terjadi seperti ini," tutur Andika.

(fkh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini