Risma Akan Latih Suku Anak Dalam di Jambi Cara Gunakan Teknologi

Binti Mufarida, Sindonews · Selasa 09 Maret 2021 15:27 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 09 337 2374952 risma-akan-latih-suku-anak-dalam-di-jambi-cara-gunakan-teknologi-MW9QOrCtIW.jpg Menteri Sosial, Tri Rismaharini (Foto: Okezone)

JAKARTA - Di tengah pandemi Covid-19, masyarakat dituntut untuk membatasi aktivitasnya sehingga teknologi menjadi satu pilihan. Semua aktivitas harus terhubung dengan internet, sekolah dari rumah maupun bekerja dari rumah.

Berbeda dengan masyarakat di kota-kota yang akses internet yang tidak awam menggunakan teknologi, masyarakat Indonesia di daerah terpencil masih awam terhadap penggunaan teknologi. Sehingga, hal ini yang menyebabkan mereka di era pandemi ini akan semakin terisolasi.

Menangani hal itu, Menteri Sosial Tri Rismaharini pun segera mengunjungi masyarakat Suku Anak Dalam di Jambi dan juga masyarakat di Nusa Tenggara Timur untuk membantu memberikan komputer.

“Kita akan coba menangani masyarakat-masyarakat yang terisolasi. Jadi besok Insya Allah saya akan berangkat ke Suku Anak Dalam di Jambi. Kemudian minggu depan mungkin kita akan berangkat ke NTT. Saya akan mencoba, kita juga akan bantu komputer Pak Doni (Kepala BNPB) di beberapa desa terpelosok itu,” ungkap Risma dalam Rapat Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana Tahun 2021 Hari ke-4 secara virtual, Selasa (9/3/2021).

Baca Juga: Pandemi Covid-19, Doni Monardo: Tantangan Terbesar Adalah Data

Risma pun menceritakan bahwa di daerah-daerah yang terpencil tersebut sudah bisa menggunakan genset untuk sumber listrik tanpa menggunakan bahan bakar. “Tuhan memberikan jalan kepada saya. Dulu saya bingung bagaimana kemudian kita bisa menjalankan mereka bisa mengakses itu kalau tidak ada listriknya.”

“Ternyata saya barusan jadi menteri, ada genset yang tidak perlu menggunakan bahan bakar. Jadi itu ndak perlu menggunakan bahan bakar. Artinya di dalam hutan pun bisa kita menggunakan itu, karena tidak perlu degan bakar,” kata Risma.

Risma mengatakan upaya ini dilakukan agar masyarakat di daerah terpencil ini bisa terhubung dengan akses luar, pasar misalnya. “Nah ini yang akan coba kita disitu, kemudian bagaimana kemudian warga disitu bisa terhubung kan dengan pasarnya. Bisa terhubung dengan pasarnya.”

Dengan melatih teknologi, Risma pun berharap permasalahan teknologi di daerah terpencil ini bisa terselesaikan. “Kalau mereka bisa kita latih menggunakan teknologi, maka mereka bisa juga mengakses pasar. Ini yang coba kita lakukan di beberapa daerah yang terpencil yang kita coba akan tangani bersama,” ungkapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini