Share

Nama-Nama yang Muncul di Persidangan Korupsi Bansos Covid-19 Bakal Diusut KPK

Raka Dwi Novianto, Sindonews · Selasa 09 Maret 2021 11:49 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 09 337 2374785 nama-nama-yang-muncul-di-persidangan-korupsi-bansos-covid-19-bakal-diusut-kpk-2Du2kgGe0W.jpg Ilustrasi (Foto : Shutterstock)

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bakal mengusut nama-nama yang muncul dalam persidangan lanjutan kasus dugaan korupsi anggaran Bantuan Sosial (Bansos) Covid-19 Kementerian Sosial (Kemensos) pada Senin 8 Maret 2021, kemarin.

"Terkait keterangan saksi tersebut, tentu tim JPU akan mengkonfirmasi kepada saksi-saksi lain yang akan dihadirkan di persidangan," ujar Pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Selasa (9/3/2021).

KPK, kata Ali, bakal melakukan analisa lebih lanjut dalam menyusun surat tuntutan untuk para terdakwa.

"Kami mengajak masyarakat dapat terus mengikuti dan mengawasi persidangan yang terbuka untuk umum ini," kata Ali.

Dalam sidang lanjutan yang digelar kemarin, muncul nama-nama mentereng yang disebut oleh saksi yang juga telah ditetapkan tersangka yakni dua orang Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pengadaan bansos sembako Covid-19 Adi Wahyono dan Matheus Joko Santoso.

Nama-nama itu di antaranya, Politikus PDIP Ihsan Yunus Pengacara Kondang, Hotma Sitompul, Anggota BPK Achsanul Qosasi serta Penyanyi Dangdut kondang Cita Citata.

Sekadar informasi, Presiden Direktur PT Tiga Pilar Agro Harry Van Sidabukke dan konsultan hukum Ardian Iskandar Maddanatja didakwa menyuap mantan Menteri Sosial (Mensos) Juliari Peter Batubara senilai Rp3,2 miliar. Suap itu disebut untuk memuluskan penunjukan perusahaan penyedia bantuan sosial (bansos) untuk penanganan Covid-19 di wilayah Jabodetabek.

Jaksa menyebut Harry Van Sidabukke menyuap Juliari Batubara sebesar Rp1,28 miliar. Sedangkan Ardian Iskandar, disebut Jaksa, menyuap Juliari senilai Rp1,95 miliar. Total suap yang diberikan kedua terdakwa kepada Juliari sejumlah Rp3,2 miliar.

Baca Juga : Target Juliari Butabara Kumpulkan Duit Rp35 Miliar dari Bansos Covid-19

Dalam perkaranya, Harry Sidabukke disebut mendapat proyek pengerjaan paket sembako sebanyak 1,5 juta melalui PT Pertani (Persero) dan PT Mandala Hamonganan Sude. Sementara Ardian, menyuap Juliari terkait penunjukkan perusahaannya sebagai salah satu vendot yang mengerjakan pendistribusian bansos corona.

Uang sebesar Rp3,2 miliar itu, menurut Jaksa, tak hanya dinikmati oleh Juliari Peter Batubara. Uang itu juga mengalir untuk Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pengadaan bansos Covid-19 di Direktorat Perlindungan dan Jaminan Sosial Korban Bencana Kemensoso, Adi Wahyono serta Matheus Joko Santoso.

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini