Pandemi Covid-19, Doni Monardo: Tantangan Terbesar Adalah Data

Binti Mufarida, Sindonews · Selasa 09 Maret 2021 09:49 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 09 337 2374700 pandemi-covid-19-doni-monardo-tantangan-terbesar-adalah-data-AcRFwkUDPc.jpg Doni Monardo (Foto : BNPB)

JAKARTA - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sekaligus Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Doni Monardo mengatakan selama setahun pandemi Covid-19, tantangan terbesar adalah data.

“Tantangan terbesar dari awal itu adalah data,” ungkap Doni dalam dialog pada Rapat Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana Tahun 2021 Hari ke-4 secara virtual, Kamis (9/3/2021).

Data tersebut di antaranya, jumlah perlengkapan medis di Indonesia tidak tahu jumlah yang tersedia, terutama alat pelindung diri (APD). Bahkan, dari awal pandemi Covid-19 hampir semua rumah sakit tidak memiliki APD yang cukup.

“Kita tidak tahu berapa jumlah APD yang tersedia saat itu. Sehingga setelah bapak Presiden mengeluarkan Keppres pada tanggal 13 Maret 2020, hampir semua rumah sakit itu tidak memiliki APD yang cukup,” ungkap Doni.

Padahal, kata Doni, sejak akhir Januari pemerintah sudah sempat melakukan beberapa pertemuan untuk mengetahui berapa kekuatan di bidang alat perlengkapan medis, terutama APD, hasmat dan juga masker.

“Sampai akhirnya jumlah memberikan informasi terutama dari Direktorat Bea dan Cukai yang mengatakan ada rencana untuk ekspor APD ke suatu negara. Dan dari situlah kita bisa mendapatkan APD saat itu dengan sekitar 230.000 unit,” kata Doni.

Baca Juga : Di Indramayu, 169 Santri dan Pengasuh Pondok Pesantren Positif Covid-19

Doni mengatakan dalam waktu yang tidak lama APD ini terdistribusi ke Indonesia atas bantuan dari Panglima TNI yang mengerahkan seluruh armada TNI AU untuk mendistribusikan APD ke Indonesia.

“Sehingga keluhan keluhan dari para dokter, tenaga kesehatan yang sudah mulai berguguran, meninggal karena tidak memiliki alat perlengkapan yang memadai akhirnya bisa terpenuhi,” kata Doni.

“Itu pun kita memerlukan waktu yang relatif cukup lama. Sehingga kita yakin dan optimis bahwa produksi dalam negeri bisa memenuhi kebutuhan hazmat kita,” ungkap Doni.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini