Cerita "Jalur Tengkorak" Cirebon-Pekalongan yang Kerap Memakan Korban Jiwa

Doddy Handoko , Okezone · Selasa 09 Maret 2021 07:31 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 09 337 2374638 cerita-jalur-tengkorak-cirebon-pekalongan-yang-kerap-memakan-korban-jiwa-W6pHFT6EeS.jpg Foto: Illustrasi Shutterstock

JAKARTA - Jalur jalan raya Pantai Utara Jawa dikenal dengan jalur tengkorak yang banyak memakan korban jiwa. Ribuan nyawa telah melayang sia-sia di jalan Daendels itu usai terlibat kecelakaan.

Mas Syarif Hidayat seorang paranormal yang juga anggota Tim Pemburu Hantu menjelaskan keangkeran jalur Cirebon-Pekalongan.

Menurutnya, lokasi rawan kecelakaan mulai perbatasan Cirebon, keluar dari jalan tol Kanci sebelum Jatibarang. Mahkluk halus penunggu jalan di daerah Cirebon kebanyakan genderuwo dan siluman.

Baca juga:  Pangeran Anom Tikam Roro Oyi dengan Keris karena Rebutan dengan Ayahnya Amangkurat I

Di daerah itu terdapat dua lokasi yang sering terjadi kecelakaan, biasanya korban kecelakaan lebih dari lima orang. Daerah itu sebelum Pelelen dan sesudah Pelelen.

"Di sekitar itu terdapat tikungan-tikungan tajam. Selain itu juga terdapat pekuburan di pinggir jalan dan jembatan sempit. Tepatnya 3-4 kilometer keluar dari Cirebon ke arah Brebes. Saya pernah melihat sendiri truk terguling di pinggir jalan itu," paparnya.

 Baca juga: Batavia atau Jakarta Pernah Dijuluki Kota Maut

Lokasi lainnya sebelum Brebes yaitu Losari, meski jalannya lurus tapi banyak yang berlobang dan bergelombang. Dengan jalan lurus seperti itu bisa membuat terlena pengemudi, terlalu santai atau kurang waspada.

"Disitu pengemudi sering melihat ada penampakan seperti manusia menyeberang. Tapi tiba-tiba perwujudan lalu menghilang lenyap tak berbekas," ungkapnya.

Lalu jalur Losari ke Brebes yang angker di jembatan panjang di Losari Kulon. Jalan itu sering memakan korban nyawa manusia. Dari terawangannya penunggunya di jembatan itu berupa kuntilanak.

Bergeser ke timur beberapa kilometer sebelum masuk Brebes terdapat jembatan yang pernah ambrol. Dulu ketika jembatan ini patah, ada mobil dan truk pengangkut sapi yang ikut amblas ke sungai.

"Sopir bis atau truk yang lewat biasanya membunyikan klakson atau menyalakan lampu berkedip-kedip sekali dua kali. Penunggu jembatan itu buaya putih dan siluman buaya,” bebernya.

Dari Brebes ke Tegal relatif jalur yang aman dari jalan rawan kecelakaan. Baru jalur Tegal ke Surodadi rawan lagi tepatnya daerah Dampyak. Sekitar 5-10 kali terjadi kecelakaan setiap musim lebaran. Kendaraan yang dilibas juga tidak pandang bulu, baik sepeda motor, mobil kecil maupun truk gandeng.

"Penunggu gaibnya berupa siluman menyerupai ular," cetusnya.

Dari Surodadi ke Pemalang, jalan sempit dan berliku-liku. Makhluk halus di sepanjang jalan itu bermacam-macam seperti kuntilanak, wewe gombel, dan pocong. Biasanya kecelakaan terjadinya bebarengan dengan jalan di Pemalang.

"Jika terjadi kecelakaan di Surodadi, seminggu kemudian di Pemalang ada terjadi kecelakaan pula," kisahnya.

Kemudian jalan di daerah Comal terdapat sebuah pohon besar. Penduduk sering bercerita bahwa di kawasan sekitar pohon sering terjadi kecelakaan yang memakan nyawa manusia. Beberapa kilometer dari tempat itu ada jembatan yang ada pohon beringinnya. Di pohon tersebut penunggunya Genderuwo.

Syarif pernah melihat sendiri sepeda motor ditabrak truk di dekat pohon itu. Ceritanya, pengemudi truk itu bingung karena melihat jalan tiba-tiba bercabang. Dia spekulasi membelokkan truknya ke jalan sebelah kiri. Tapi tak disangka di depan truk ternyata terdapat sepeda motor. Maka tabrakan maut pun tak terhindarkan, nyawa pengemudi motor tak tertolong.

Lantas di daerah Wiradesa beberapa kilometer sebelum Pekalongan, jalanan menyempit. Disitu juga rawan tabrakan. Di kawasan ini merupakan garis lurus titik gaib yang terletak di pantai utara Pekalongan. Di laut itu bersemayam Dewi Lanjar dan jutaan anak buahnya.

"Tapi di daerah kota Pekalongan cukup aman. Namun pengendara tetap harus hati-hati karena banyak orang lalu lalang menyeberang jalan," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini