Pangeran Anom Tikam Roro Oyi dengan Keris karena Rebutan dengan Ayahnya Amangkurat I

Doddy Handoko , Okezone · Selasa 09 Maret 2021 07:14 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 09 337 2374632 pangeran-anom-tikam-roro-oyi-dengan-keris-karena-rebutan-dengan-ayahnya-amangkurat-i-SW8nHSApfq.jpg Sunan Amangkurat I (foto: istimewa)

JAKARTA - Sejarahwan H.J. De Graaf dalam Runtuhnya Istana Mataram menuliskan, ada seorang gadis hidup di wilayah tepi Kali Mas, Surabaya, Jawa Timur.

Ia tinggal dengan ayahnya seorang mantri bernama Ngabei Mangunjaya. Nama gadis berumur 11 tahun itu adalah Roro Oyi, Oyi dibawa menghadap raja Mataram, Sunan Amangkurat I.

Ia suka dengan Oyi, namun masih dianggap terlalu kecil untuk diperistri. Maka sunan memerintahkan kepala, agar mengurus Oyi hingga dewasa.

Baca juga:  Batavia atau Jakarta Pernah Dijuluki Kota Maut

Dalam Babad Tanah Jawi dikisahkan, putra Amamgkurat yakni Pangeran Anom pergi i ke kediaman Wirareja. ia bertemu dengan Oyi yang sedang membatik bersama ibu angkatnya.

Dalam pandangan pertama, Anom langsung jatuh hati pada Oyi. Ia bertanya pada Wirareja, dijelaskan gadis itu akan diambil ayahnya. Ia mengurus hingga usia gadis itu dewasa.

 Baca juga: Sumpah Thomas Stamford Raffles Gegara Tinggalkan Pulau Jawa

Agaknya pangeran benar-benar jatuh cinta pada Oyi. Singkat cerita, Oyi dibawa pamannya Pangeran Purbaya ke hadapan Anom.

"Amangkurat I murka kepada putranya, Purbaya, dan Wirareja mengetahui Oyi dibawa kabur. Amangkurat I lalu memerintahkan pasukannya untuk menghancurkan kediaman Purbaya," papar P.N.A Masud Thoyib Adiningrat Jayakarta, budayawan dan Pengageng Kedaton Jayakarta.

Pangeran Anom yang dihukum berat, diusir dari keraton Mataram. Wirareja dan keluarganya diusir ke Ponorogo lalu dihukum mati.

Bagaimana nasib Oyi? Anom diperintahkan membunuh dengan tangannya sendiri. Ia memangku Oyi di hadapan Sunan dan menikam dadanya sampai tewas.

(wal)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini