Jaksa Berhalangan Hadir, Sidang Jumhur Hidayat Ditunda Pekan Depan

Ari Sandita Murti, Sindonews · Senin 08 Maret 2021 18:42 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 08 337 2374447 jaksa-berhalangan-hadir-sidang-jumhur-hidayat-ditunda-pekan-depan-tYbYF6FrqT.jpg Sidang Jumhur Hidayat. (Foto: Ari Sandita)

JAKARTA - PN Jakarta Selatan menggelar sidang dugaan kasus penyebaran berita hoaks dengan terdakwa Jumhur Hidayat, Senin (8/3/2021), dengan agenda pemeriksaan saksi. Namun, sidang ditunda karena Jaksa berhalangan hadir.

Hakim ketua, Agus Widodo sempat membuka jalannya sidang pukul 16.30 WIB. Sidang telah diagendakan ppukul 09.30 WIB. Terdakwa Jumhur hadir secara virtual dan tim pengacara hadir secara langsung. Namun, Jaksa Penuntut Umum (JPU) tak hadir dalam persidangan lantaran tengah menghadiri sidang kebakaran Kejagung RI.

Kuasa hukum Jumhur, Oky Wiratawa mengatakan, sidang ditunda karena Jaksa yang menangani perkara ini masih menjalani persidangan lainnya. Jika seandainya sidang tetap berjalan, maka baru bisa berlangsung pada malam hari.

Baca juga: Curiga Pelapor Kasusnya Orang Bayaran, Jumhur: 2 Orang Kalimatnya Persis di BAP

"Untuk sidang hari ini ditunda dengan alasan tadi jaksanya masih ada sidang lain, sehingga baru bisa dilanjutkan malam hari," kata Oky usai persidangan di PN Jaksel, Senin (8/3/2021).

Menurutnya, sidang pada malam hari tidak efektif. Pihaknya juga memberi usul pada majelis hakim agar sidang dapat berlangsung dua kali dalam seminggu, yakni pada Senin dan Kamis. Usul itu pun diterima oleh hakim.

Baca juga: Jaksa Minta Hakim Tolak Eksepsi Jumhur di Kasus Penyebaran Hoaks

"Jadi mulai minggu depan sidangnya dua kali, Senin dan Kamis. Senin pagi jam setengah 10 dan Kamis jam 1 siang. Karena untuk mempercepat proses pemeriksaaan Jumhur sih sebenarnya," ucap Oky.

Tak hanya itu, tim pengacara juga menyarankan agar pada sidang mendatang, tidak hanya dilakukan pemeriksaan saksi fakta, tapi juga ada pemeriksaan saksi ahli agar perkara ini dapat rampung secepatnya.

"Makanya tadi kami juga menyampaikan ke hakim bahwa untuk minggu depan sekalian saja ada saksi fakta dan ahli agar tidak sia-sia waktunya," ujar dia.

Jumhur didakwa telah menyebarkan berita bohong melalui akun Twitter-nya, @jumhurhidayat. Jaksa menyebutkan Jumhur menyebarkan berita bohong tentang Omnibus Law UU Ciptaker. Pada 25 Agustus 2020 pukul 13.15 WIB, Jumhur memposting tulisan, ‘Buruh bersatu tolak Omnibus Law yg akan membuat Indonesia menjadi bangsa kuli dan terjajah’.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini