Gelar Rapim Sikapi KLB, AHY ke Moeldoko: Tidak Terpuji & Memalukan!

Fahreza Rizky, Okezone · Minggu 07 Maret 2021 12:11 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 07 337 2373715 gelar-rapim-sikapi-klb-ahy-ke-moeldoko-tidak-terpuji-memalukan-0J5iOayfoy.jpg Ketua Umum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (Foto: Fahreza Okeozne)

JAKARTA - Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menggelar rapat pimpinan untuk menyikapi hasil Kongres Luar Biasa (KLB) Deliserdang, Sumatera Utara, yang menetapkan Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko menjadi ketua umum partai berlogo bintang Mercy.

Berdasarkan pantauan MNC Portal Indonesia, rapat pimpinan itu digelar di Kantor DPP Demokrat, Jalan Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (7/3/2021). Dalam rapim itu, para kader Demokrat nampak memekikkan perlawanan terhadap hasil KLB.

Baca juga: Jika Moeldoko Disahkan Jadi Ketum Demokrat, Negara Sedang Sakit

AHY mengatakan, pengambilalihan paksa kursi pimpinan Demokrat bukan hanya ujian terhadap kedaulatan partai. Tetapi, kata dia, ini adalah ujian bagi demokrasi Indonesia. Pasalnya, aktor eksternal partai dalam hal ini Moeldoko justru didapuk menjadi pimpinannya.

Baca juga: Singgung Demokrat & Berkarya Diambil, Gatot: Ngapain Capek-Capek Bikin Partai?

"Kali ini sungguh berbeda karena aktor eksternal yaitu KSP saudara Moeldoko yang terlibat langsung dan dengan kesadaran penuh mengambil kepemimpinan PD secara tidak sah secara ilegal dan secara inkonstitusional," ujarnya di lokasi.

AHY mengecam pelaksanaan KLB Demokrat tersebut. Ia menilai, Moeldoko yang ditetapkan menjadi ketua umum memiliki sifat tidak bermoral dan tidak berjiwa ksatria. Karena itulah, pihaknya akan melawan hasil KLB tersebut.

"Dinobatkan sebagai ketua umum PD versi KLB di Deliserdang Sumut, ya sungguh sesuatu yang tidak terpuji, tidak ksatria, dan memalukan karena jauh dari moral etika dan keteladan di partai ini. Kami tentu punya hak dan kewajiban moral melawan GPK PD yang tidak sah itu," jelas AHY.

Kader Demokrat yang berada di lokasi pidato AHY pun memekikkan perlawanan. AHY pun menegaskan tidak akan mundur sejengkal pun atas upaya pengambilalihan partai yang dipimpinnya tersebut.

"Kalau kami diam, artinya sama saja bahwa PD juga membunuh demokrasi di negeri kita," tutup AHY disambut teriakkan kader.

(fkh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini