Peristiwa 7 Maret : Mandat Soekarno Dicabut hingga Tragedi Pesawat Garuda

Arie Dwi Satrio, Okezone · Minggu 07 Maret 2021 04:38 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 07 337 2373622 peristiwa-7-maret-mandat-soekarno-dicabut-hingga-tragedi-pesawat-garuda-Wu7Bo4jVCJ.jpg foto: ist

JAKARTA – Sejumlah peristiwa penting dan bersejarah di dunia maupun di Tanah Air terjadi pada 7 Maret. Diulas dari beberapa kejadian, terdapat momen penting pada hari ini. Berikut sejumlah peristiwa penting yang pernah terjadi pada 7 Maret :

(Baca juga: Detik-detik Soeharto Menuju Kursi RI1 Usai Tumbangnya Orde Lama)

1‎. Meninggalnya Filsuf Yunani Aristoteles

Aristoteles merupakan seorang filsuf asal Yunani. Dia adalah murid dari Plato dan guru dari Alexander Agung. Ia menulis tentang berbagai subyek yang berbeda, termasuk fisika, metafisika, puisi, logika, retorika, politik, pemerintahan, etnis, biologi dan zoologi. Bersama dengan Socrates dan Plato, ia dianggap menjadi seorang di antara tiga orang filsuf yang paling berpengaruh di pemikiran Barat.

(Baca juga: Pesawat Batik Air Mendarat Darurat di Jambi, 5 Penerbangan Dibatalkan)

Pemikiran Aristoteles sangat berpengaruh pada pemikiran Barat dan pemikiran keagamaan lain pada umumnya. Penyelarasan pemikiran Aristoteles dengan teologi Kristiani dilakukan oleh Santo Thomas Aquinas pada abad ke-13, dengan teologi Yahudi oleh Maimonides (1135–1204), dan dengan teologi Islam oleh Ibnu Rusyid (1126–1198).

Bagi manusia abad pertengahan, Aristoteles tidak saja dianggap sebagai sumber yang otoritatif terhadap logika dan metafisika, melainkan juga dianggap sebagai sumber utama dari ilmu pengetahuan, atau "the master of those who know". Sejarah mencatat bahwa Aristoteles meninggal dunia pada 7 Maret 322 SM.

‎2. Kecelakaan Pesawat Garuda Indonesia di Yogyakarta

Tepat pada 7 Maret 2007, Pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA-200 rute Jakarta-Yogyakarta mengalami kecelakaan di Bandara Adi Sutjipto, Yogyakarta. Pesawat tersebut tergelincir ke luar landasan dan kemudian terbakar saat mendarat.

Pesawat yang membawa 133 penumpang tersebut menewaskan 22 orang. 22 orang tersebut terdiri dari 21 penumpang dan 1 awak pesawat. Nahasnya, salah satu korban tewas dalam kecelakaan tersebut yakni, mantan rektor Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof Dr Kusnadi Hardjosumantri.

Beberapa tokoh lainnya juga menjadi korban dalam kecelakaan pesawat tersebut, diantaranya, Ketua Umum PP Muhammadiyah ke-14, Din Syamsuddin (luka ringan); Komisioner Ombudsman, Adrianus Meliala ‎(luka) serta beberapa warga negara asing yang merupakan rombongan jurnalis untuk meliput kegiatan Menteri Luar Negeri Australia, Alexaner Downer.

Akibat peristiwa tersebut, sang Pilot yakni, Kapten Marwoto Komar divonis bersalah dan‎ dipenjara selama dua tahun.

3. MPRS Cabut Mandat Presiden Soekarno

Tahun 1967 merupakan tahun pertentangan ideologi di dalam sejarah Indonesia. Dimana, saat itu Presiden Soekarno dianggap gagal dalam menjalankan ketatanegaraan terutama ketika adanya Gerakan 30 September (G-30-S/PKI).

Tepat pada 7 Maret 1967, Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara (MPRS) menggelar sidang istimewa yang menghasilkan ketetapan MPRS.

Salah satu poin ketetapan MPRS yakni, tentang Pencabutan Kekuasaan Pemerintah Negara dari Presiden Soekarno dan meninjau kembali ketetapan MPRS Nomor I/MPRS/1960 tentang Manifesto Politik Republik Indonesia sebagai Garis Besar Haluan Negara.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini