Kejagung Sita 18 Unit Kamar Benny Tjokro di Apartemen South Hills

Raka Dwi Novianto, Sindonews · Sabtu 06 Maret 2021 17:32 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 06 337 2373497 kejagung-sita-18-unit-kamar-benny-tjokro-di-apartemen-south-hills-LXREmkcVQi.jpg Benny Tjokrosaputro (Foto : Sindonews/Sutikno)

JAKARTA - Tim Jaksa Penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung (Kejagung) kembali menyita barang bukti dalam Perkara Tindak Pidana Korupsi Pengelolaan Keuangan dan Dana Investasi di PT Asuransi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ASABRI). Kasus tersebut diduga menyebabkan kerugian keuangan negara hingga Rp23 triliun.

Tim Jaksa Penyidik Kejagung menyita 18 unit kamar milik tersangka Benny Tjokrosaputro alias Benny Tjokro (BTS) di Apartemen South Hills, Kuningan, Jakarta.

"Kali ini penyitaan aset milik tersangka yang berhasil disita dalam perkara tersebut yakni aset-aset milik dan atau yang terkait Tersangka BTS berupa 18 unit kamar di Apartemen South Hills sebagai tindak lanjut dari proses penggeledahan di Apartemen Soulth Hills beberapa waktu lalu," ujar Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Leonard Eben Ezer Simanjuntak

dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (6/3/2021).

Leonard mengungkapkan, penyitaan unit kamar di Apartemen South Hills tersebut telah mendapatkan penetapan Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Pihak pengadilan mengizinkan penyidik Kejagung untuk melakukan penyitaan terhadap bangunan/unit di Apartemen Soulth Hills.

Sebelumnya, Tim Jaksa Penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung telah menyita beberapa asset tanah persil milik Benny Tjokro. Diantaranya yakni 155 bidang tanah yang terletak di Kabupaten Lebak (berdasarkan akta jual beli), dengan luas total 343.461 m2,ditaksir senilai Rp.230.000.000.000,- ;

Baca Juga : Daftar Lengkap Barang Sitaan Kasus Korupsi ASABRI, Dari Mobil Mewah hingga Lahan Tambang Nikel

Lalu, 566 bidang Tanah yang terletak di Kabupaten Lebak (berdasarkan Surat Pelepasan / Pengakuan Hak (SPH) dengan luas seluruhnya 1.929.502 m2. 131 bidang Tanah yang terletak di Kabupaten Lebak (sesuai Sertifikat Hak Guna Bangunan) atas nama PT. Harvest Time dengan luas total 1.838.639 m2.

Selanjutnya, 2 bidang Tanah yang terletak di Kota Batam (sesuai Sertifikat Hak Guna Bangunan) atas nama PT. Mulia Manunggal Karsa luas total 200.000 m2.

Terhadap asset-aset para Tersangka yang telah disita tersebut, lanjut Leonard, selanjutnya akan dilakukan penaksiran atau taksasi oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) guna diperhitungkan sebagai penyelamatan kerugian keuangan negara didalam proses selanjutnya.

Baca Juga : Benny Tjokro dan Heru Hidayat Resmi Jadi Tersangka TPPU Kasus Asabri

"Tim Khusus Pelacak Aset akan terus bekerja siang dan malam guna melacak kebaradaan aset-aset milik dan atau yang terkait dengan para Tersangka baik yang ada didalam negeri maupun luar negeri dengan bekerja sama dengan Biro Hukum dan Hubungan Luar Negeri dan Pusat Pemulihan Aset (PPA), guna mengembalikan kerugian keuangan negara dalam perkara tersebut," tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini