DPR Minta Polisi Selidiki Bule di Bali Buka Kelas Orgasme

Felldy Utama, iNews · Jum'at 05 Maret 2021 16:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 05 337 2372992 dpr-minta-polisi-selidiki-bule-di-bali-buka-kelas-orgasme-AdAZRroKrl.jpg Foto:Tangkapan layar medsos

JAKARTA - Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni meminta Polda Bali turun tangan menyelidiki penyelenggaraan kegiatan 'Kelas Orgasme' yang rencananya akan dibuka pada Sabtu (6/3/2021) besok.

Menurut dia, polisi harus segera mengusut seluruh pihak yang terlibat demi memastikan kegiatannya tidak jadi dilaksanakan.

Sebelumnya, adanya pemberitaan mengenai “Kelas Orgasme” yang akan dilaksanakan di Ubud, Bali, pada Sabtu (6/3) hingga Selasa (9/3/2021) mendatang. Kelas yang dilabeli "Tantric Full Body Energy Orgasm Retreat” itu, dibendrol seharga US$600 atau Rp8 juta dengan seorang instruktur bule bernama Andrew Barnes.

Baca Juga: Bule Buka Kelas Orgasme di Bali Berbiaya Rp8 Juta, Bisnis Esek-Esek Zaman Now?

“Terkait event ini, saya mendorong pihak Polda Bali untuk segera turun dan mengusut eventnya hingga tuntas. Kalau dilihat dari sosial medianya, kan acaranya akan diadakan besok. Nah polisi harus memastikan acara itu tidak kejadian,” kata Sahroni dalam keterangannya, Jumat (5/3/2021).

Politikus Nasdem itu mengingatkan, warga asing yang saat ini ada di Bali untuk selalu menghormati kebudayaan lokal dan nilai-nilai adat istiadat di sana, dan tidak boleh membawa pengaruh buruk yang bisa mencemarkan nama baik Pulau Dewata.

Baca Juga: Wanita Ini Bisa 180 Orgasme dalam Dua Jam

“Harus selalu diingat bahwa warga asing tidak boleh membawa pengaruh buruk ke Indonesia, khususnya Bali. Mereka harus selalu mematuhi adat istiadat dan kearifan lokal setempat,” ujarnya.

Oleh karena itu, Sahroni meminta Polda Bali untuk meningkatkan pengamanan dan patroli demi memastikan agar warga asing maupun warga lokal yang tinggal di Bali tidak melakukan hal-hal yang tidak mematuhi norma kesusilaan, dan berpotensi memunculkan tindakan kriminal.

“Seperti kelas macam ini, kan tinggi sekali potensi-potensi pelecehan seksualnya, jadi mohon juga kepada Polda Bali, agar diantisipasi supaya kegiatan seperti ini tidak terjadi lagi,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, acara berlabel "Tantric Full Body Energy Orgasm Retreat" ini digelar di Ubud pada Sabtu (6/3/2021) hingga Selasa (9/3/2021). Setiap peserta dikenakan biaya USD600 atau setara Rp8 juta.

Kabar ini membuat geram warga Bali, termasuk Niluh Djelantik. Desainer sepatu itu selama ini memang kritis menyikapi berbagai masalah di Bali, termasuk tingkah laku oknum-oknum bule yang dinilai merusak citra Pulau Dewata.

Niluh mengatakan, kelas orgasme itu dibuka seorang bule bernama Andrew Barnes. Dia pun mempertanyakan kelas orgasme yang dinilai sama saja dengan bisnis esek-esek.

"Kelas orgasme. Bisnis esek-esek zaman now?," tulis Niluh dalam akun Instagram-nya, dikutip Kamis (4/3/2021).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini