Dibanding 2019, Mahfud MD: Karhutla Turun 81% di 2020

Binti Mufarida, Sindonews · Jum'at 05 Maret 2021 09:41 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 05 337 2372722 dibanding-2019-mahfud-md-karhutla-turun-81-di-2020-d6w0HGyz1X.jpg Menko Polhukam Mahfud MD (foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyebutkan tahun 2020 kebakaran hutan dan lahan (karhutla) turun sebesar 81%. Di mana pada 2019 terjadi karhutla 1.649.258 hektare. Sedangkan 2020 hingga sekrang tinggal 296.942.

“Di tahun 2020 ini, Alhamdulillah Karhutla itu turun sebesar 81%, turun sebesar 81% dari yang terjadi pada tahun 2019 itu 1.649.258 hektare, pada tahun ini tinggal 296.942 hektare saja, sudah sangat jauh,” ungkap Mahfud dalam Rapat Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana (Rakornas PB) Tahun 2021 secara virtual, Jumat (5/3/2021).

Mahfud pun meminta semua pihak berkomitmen agar menjaga situasi ini. “Di sini mari kita jaga situasi ini, karena pemerintah sudah berkomitmen untuk melaksanakan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan sebagai wujud kehadiran negara,” tegasnya.

Baca Juga:  Kapolda Aceh Terjun Langsung ke Sejumlah Titik Api Kebakaran Hutan dan Lahan

Mahfud mengatakan, Presiden telah mengeluarkan instruksi lewat Inpres 3 Tahun 2020 tentang penanggulangan kebakaran hutan dan lahan. “Jadi, pedoman kebijakan sekarang Inpres 3 Tahun 2020. Tapi sebenarnya ini sudah dimulai tahun 2015, pada waktu itu juga Presiden mengeluarkan Inpres khusus. Tapi yang sekarang kita bicarakan Inpres 3 Tahun 2020,” tuturnya.

“Di mana, di dalam Inpres tersebut, Presiden memerintahkan kepada kita semua yang ditunjuk di dalam Inpres ini jabatan yang pejabatnya ditunjuk Presiden untuk satu melakukan upaya penanggulangan kebakaran hutan dan seluruh wilayah Indonesia,” kata Mahfud.

Inpres tersebut, kata Mahfud meliputi kegiatan pencegahan terjadinya karhutla. “Kemarin Presiden juga menekankan lagi dicegah. Sekecil apapun, begitu muncul segera diselesaikan sebelum meluas. Sebelum muncul dicegah jika ada tempat-tempat yang rawan terjadi kebakaran. Jadi yang terpenting itu adalah pencegahan,” tegasnya.

Baca Juga: 632 Bencana Landa Indonesia Dua Bulan Terakhir, Banjir Paling Banyak

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini