Intelijen Kejagung Tangkap Jaksa Gadungan yang Tipu Warga Rp40 Juta

Erfan Maaruf, iNews · Kamis 04 Maret 2021 21:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 04 337 2372547 intelijen-kejagung-tangkap-jaksa-gadungan-yang-tipu-warga-rp40-juta-Q61Zcxttma.jpg Ilustrasi (Foto : Shutterstock)

JAKARTA - Seorang pria bernama Achmad Suryadinata ditangkap tim Intelijen Kejsaksaan Agung (Kejagung) karena mengaku sebagai jaksa untuk melakukan penipuan dan pemerasan terhadap masyarakat hingga Rp40 juta.

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung mengatakan, penangkapan terhadap warga Bogor itu berawal dari laporan masyarakat yang telah ditipu oleh pelaku dengan modus mengaku sebagai oknum Jaksa bidang Intelijen dan melakukan penipuan serta pemerasan.

"Pelaku melakukan penipuan dan pemerasan kepada masyarakat pencari keadilan," kata Leonard dalam keterangan tertulis, Kamis (4/3/3021).

Selanjutnya Tim Intelijen Kejagung pelacakan keberadaan oknum yang mengaku Jaksa di wilayah Gunung Putri Bogor dan diwilayah DKI Jakarta. Namun oknum tersebut berpindah-pindah tempat sehingga keberadaannya sulit ditemukan.

Pada hari Kamis tanggal 3 Maret 2021 pelaku ditemukan di Jalan Kranggan Wetan Kelurahan Jatirangga Kecamatan Jati Sampurna Bekasi Jawa Barat. Dia sedang berada di rumah kontrakan rekan perempuannya bernama Wulan.

"Tim mengamankan Achmad Suryadinata dan selanjutnya dibawa ke Kejaksaan Agung untuk dilakukan pemeriksaan,"

Hasil pemeriksaan pelaku mengaku sebagai Jaksa dan bekerja di bidang Intelijen Kejaksaan Agung sejak tahun 2019. Pelaku meyakinkan para korban dapat membantu menyelesailan permasalah pertanahan.

Dia menjalankan aksi selama kurun waktu tahun 2019-2021. Meski begitu dia mengaku lupa berapa jumlah pasti korban yang sudah diperdayanya.

"Dia mendapat keuntungan 10 persen dari hasil penjualan tanah atau penyelesaian pertanahan. Dia mendapat keuntungan dari Nairul Asrol lebih kurang sebesar Rp40 juta dan dari Hariyadi jumlahnya lebih kurang Rp130 juta yang diterima untuk pengurusan tanah, sedangkan korban lainnya yang bersangkutan sudah tidak ingat jumlah uang keuntungan yang didapatkan," jelasnya.

Baca Juga : Mahfud MD: Revisi UU KUHP Tinggal Sedikit Lagi

Pelaku mengaku sebagai Jaksa karena sebelumnya pernah mendaftar di kejaksaan namun tidak lolos sehingga berusaha menampilkan diri sebagai Jaksa. Pelaku juga mendapatkan seragam serta atribut Kejaksaan dengan membelinya di daerah Pasar Senen Jakarta.

"Selanjutnya oknum tesebut diserahkan ke pihak berwenang Polda Metro Jaya guna dilakukan proses hukum," pungkasnya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini