Dikeluhkan Netizen, KTP Elektronik tapi Penggunaannya Tetap Difotokopi

Bima Setiyadi, Koran SI · Kamis 04 Maret 2021 16:59 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 04 337 2372385 dikeluhkan-netizen-ktp-elektronik-tapi-penggunaannya-tetap-difotokopi-wdhYrXBFIR.jpg E-KTP (Foto: Okezone)

JAKARTA - KTP Elektronik atau e-KTP trending di media sosial Twitter, Kamis (4/3/2021) sore. Netizen ramai-ramai mengeluhkan sistem birokrasi yang manual terkait e-KTP.

Akun @catuaries menuliskan keluhannya dalam urusan birokrasi yang selalu meminta fotokopi KTP. Padahal, KTP itu dibuat elektronik.

"KTP elektronik itu scam. Dalam penggunaannya ttp aja difotokopi. Sejak dapat eKTP ini dari 2012 ga pernah tuh diminta tap kayak e-money buat urusan2 birokrasi. Ttp aja fotokopi," tulis @catuaries dikutip Kamis (4/3/2021).

Baca Juga:  287 Ribu Pemilih Belum Rekam e-KTP, Kemendagri: Kami Tak Bisa Paksa Masyarakat

@catuaries pun menilai akan ada potensi pendapatan yang hilang apabila bisa digunakan secara elektronik seperti kartu pembayaran elektronik yang telah berlaku saat ini.

"Kalau cukup tap aja kan ada potensi cuan yg ilang dari jasa fotokopi buatan koperasi pegawai buuaang," ujarnyam

"Bbrp sengaja membuat orang kebingungan requirementnya apa aja untuk ngurus administrasi. Ujung ujungnya tanya lagi, kena scam modus fotokopi lagi," lanjut cuitannya.

Akun @ramadhanabiel 1 menilai Indonesia berani beda dengan negara lainnya. Misalnya saja punya Kartu tapi dalam bentuk surat, yaitu Kartu Keluarga (KK), punya surat dalam bentuk kartu Contoh Surat Izin Mengemudi (SIM) dan punya e-KTP cara pakainya manual.

"Cuman negara indonesia yg berani beda dgn negara lainnya, fix no debat

1.Punya kartu tapi dalam bentuk surat, cth KK

2.Punya surat dlm bentuk kartu, cth SIM

3.Punya eKTP tapi cara pakainya masih manual..," ujarnya.

Akun lainnya, @cinder_ellla menuturkan bahwa di Indonesia mengurus birokrasi sangat rumit.

"Di Indonesia, ngurus birokrasi itu ribet pake fotokopi ini itu, padahal kan harusnya pake NIK atau tap eKTP aja udh beres. Berkas hardcopy itu budaya warisan babyboomers yg harus dimusnahkan," jelasnya.

Baca Juga: 352 Ribu Pemilih Belum Merekam e-KTP, Ini Kata Kemendagri

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini