Jaksa Yakin Djoko Tjandra Terbukti Suap Pinangki dan 2 Jenderal Polisi

Arie Dwi Satrio, Okezone · Kamis 04 Maret 2021 15:51 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 04 337 2372320 jaksa-yakin-djoko-tjandra-terbukti-suap-pinangki-dan-2-jenderal-polisi-EfIvU1rQcc.jpg Jaksa membacakan surat tuntutan pada sidang kasus Djoko Tjandra di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (4/3/2021). (Foto : Okezone/Arie Dwi Satrio)

JAKARTA - Jaksa Penuntut Umum (JPU) yakin terdakwa Joko Soegiarto Tjandra (Djoko Tjandra) terbukti bersalah menyuap aparat penegak hukum dari dua instansi. Djoko Tjandra diyakini telah menyuap pejabat Kejaksaan Agung (Kejagung) dan petinggi Polri.

Berdasarkan fakta persidangan, kata jaksa, Djoko Tjandra terbukti menyuap pejabat Kejagung terkait rencana pengurusan fatwa Mahkamah Agung (MA) atas perkaranya. Djoko juga diyakini menyuap dua jenderal polisi terkait rencana penghapusan status buronnya dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

"Berdasarkan fakta hukum persidangan, dapat disimpulkan telah terjadi suatu perstiwa pemberian uang atau janji yang dilakukan terdakwa Joko Soegiarto Tjandra sehubungan dengan rencana pengurusan fatwa atas permasalahan hukum yang dihadapi oleh terdakwa," ungkap jaksa penuntut umum saat membacakan surat tuntutan Djoko Tjandra di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Kamis (4/3/2021).

"Dan juga telah memberi uang atau janji sehubungan dengan pengurusan terkait DPO terdakwa Joko Soegiarto Tjandra di imigrasi berdasarkan status red notice," imbuh jaksa.

Baca Juga : Hari Ini, Djoko Tjandra Jalani Sidang Tuntutan 2 Kasus Suap

Jaksa membeberkan, terdakwa Djoko Tjandra terbukti memberikan uang 500.000 dolar AS sebagai uang muka dalam rangka mengurus permohonan fatwa ke MA kepada Pinangki Sirna Malasari selaku Kepala Sub Bagian Pemantauan dan Evaluasi II pada Biro Perencanaan Jaksa Agung Muda Pembinaan Kejaksaan Agung RI.

Uang itu diberikan Djoko Tjandra melalui Heriyadi Angga Kusuma kepada Andi Irfan Jaya. Yang selanjutnya, diserahkan Andi Irfan Jaya kepada Pinangki Sirna Malasari.

Sementara terkait pencabutan status buronan di imigrasi dan red notice, terdakwa Djoko Tjandra telah memberikan uang kepada Irjen Napoleon Bonaparte dan Brigjen Prasetijo Utomo melalui seorang pengusaha Tommy Sumardi.

Baca Juga : Jelang Sidang Tuntutan, Djoko Tjandra: Santai Saja, Ini Cuma Urusan Kecil

"Dengan rincian sebagai berikut, satu, kepada Napoleon Bonaparte seluruhnya sebesar 200 ribu dolar Singapura, dan 370 ribu dolar AS. Kedua, kepada Prasetijo Utomo sebesar 100 ribu dolar AS," kata Jaksa.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini