Komnas HAM Tak Pernah Rekomendasikan 6 Laskar FPI yang Tewas Jadi Tersangka

Rizki Maulana, iNews · Kamis 04 Maret 2021 12:12 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 04 337 2372131 komnas-ham-tak-pernah-rekomendasikan-6-laskar-yang-tewas-jadi-tersangka-YEvzT7TpZS.jpg Komisiner Komnas HAM, Beka Ulung (foto: Okezone.com)

JAKARTA - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) tidak pernah memberikan rekomendasi penetapan tersangka terhadap enam Laskar FPI yang tewas dalam baku tembak dengan polisi di Tol Jakarta-Cikampek KM 50 beberapa waktu lalu.

"Tidak ada rekomendasi Komnas HAM seperti itu (penetapan tersangka)," kata Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara melalui pesan singkat, Kamis (4/3/2021).

Baca juga: Soal Unlawful Killing di Penembakan Laskar FPI, Bareskim Cari Bukti Permulaan

Beka tak membeberkan secara rinci soal penetapan tersangka para laskar tersebut. Adapun keenam laskar yang tewas tersebut yakni Faiz, Ambon, Andi, Reza, Lutfi dan Khadavi.

Baca juga: Bareskrim Gelar Perkara Kasus Laskar FPI Usai Terima Rekomendasi Komnas HAM

"Kalau soal sah atau tidaknya diserahkan kepada penyidik dan pengacara untuk diuji lebih lanjut ya. Fokus Komnas saat ini memastikan rekomendasi Komnas dijalankan oleh kepolisian," ujarnya.

Sebelumnya, Bareskrim Polri resmi menetapkan 6 orang Laskar Front Pembela Islam (FPI) sebagai tersangka kasus dugaan penyerangan Laskar FPI kepada polisi di Tol Jakarta-Cikampek.

 "Sudah ditetapkan tersangka, kan itu juga tentu harus diuji, makanya kami ada kirim ke Jaksa biar Jaksa teliti," kata Dir Tipidum Bareskrim Polri, Brigjen Pol Andi Rian Djajadi saat dihubungi, Jakarta, Rabu 3 Maret 2021.

 Karena penetapan status hukum dengan kondisi tersangka yang sudah meninggal dunia, polisi menyatakan berkas tersebut sudah diserahkan kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU). Dengan tujuan, pengkajian lebih mendalam terkait dengan kelanjutan kasus itu.

Menurut dia, polisi memang masih melanjutkan pengusutan kasus tersebut selama proses penyidikan. Namun, perkara tersebut dapat dihentikan apabila memang Jaksa berpendapat lain.

"Ke depannya berkas akan dilimpahkan ke Jaksa. (Penghentian kasus) Itu kan bisa dipenyidikan bisa di penuntutan. Kami sudah berkoordinasi dengan Jaksa," ujarnya.

Bareskrim Polri juga telah membuat Laporan Polisi (LP) terkait dengan rekomendasi Komnas HAM soal dugaan Unlawful Killing di kasus penyerangan Laskar FPI.

"Untuk dugaan Unlawful Killing, penyidik sudah membuat LP dan sedang dilakukan penyelidikan untuk mencari bukti permulaan," jelasnya.

(fkh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini