IPW Apresiasi Kerja Cepat Satgas Anti Mafia Tanah

Tim Okezone, Okezone · Kamis 04 Maret 2021 10:58 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 04 337 2372058 ipw-apresiasi-kerja-cepat-satgas-anti-mafia-tanah-jMbcOMfYgl.jpg Kapolri Jenderal Listyo Sigit (Foto : Ist)

JAKARTA - Ind Police Watch (IPW) mengapresiasi gebrakan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang membentuk Satgas Anti Mafia Tanah. IPW menilai, dalam waktu singkat, satgas ini sudah menunjukkan hasil kerjanya dalam menangani penjarahan mafia tanah.

Ketua Presidium IPW, Neta S Pane menyebut, berdasarkan pantauanI pihaknya di Banten, sejumlah tanah rakyat kecil berhasil diselamatkan Satgas Anti Mafia Tanah dari penjarahan mafia tanah. Di Jakarta, Satgas menangkap lima anggota sindikat mafia tanah yang menipu Ibu Dino Patti Djalal, mantan Wakil Menlu.

Di Banten, Satgas berhasil membongkar keterlibatan JJS, aparatur sipil negara (ASN) yang bertugas di Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang, sebagai bagian dari anggota mafia tanah di daerah itu.

"Salah satu korbannya seorang nenek, Apipah, warga Kecamatan Curug, Kota Serang. Apipah nyaris kehilangan tanah seluas 2.676 meter persegi, senilai Rp1,3 miliar, yang berlokasi di Pal Empat, Pabuaran," kata Neta dalam siaran persnya, Kamis (4/3/2021).

Ia menjelaskan, para mafia tanah memalsukan dokumen jual beli tanah milik Afifah. Kasus ini terbongkar setelah Afifah sebagai korban dan pemilik tanah melapor ke Satgas Anti Mafia Tanah Polda Banten.

Neta memamparkan, modus yang dilakukan JJS adalah memalsukan tanda tangan Apipah dalam akta jual beli tanah tersebut. Padahal, Apipah tidak pernah menandatangani AJB apalagi menjual tanahnya kepada orang lain. Satgas bekerja cepat menangkap JJS dan dua pelaku lainnya, yaitu SJ dan LJ.

Baca Juga : Marak Mafia Tanah, Pengamat Hukum: Bedakan dengan Sengketa Tanah Biasa 

"Kerja cepat Satgas Anti Mafia Tanah ini patut diapresiasi. Sebab seiring dengan maraknya pembangunan di berbagai daerah para mafia tanah bergentayangan memburu korban, terutama rakyat kecil yang kurang paham hukum," tutur Neta.

Ia mengatakan, Kapolri Jenderal Listyo Sigit sudah menginstruksikan kepada seluruh jajarannya untuk tidak ragu mengusut tuntas kasus-kasus mafia tanah di seluruh Indonesia. Ini sejalan dengan instruksi Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang fokus untuk memberantas praktik mafia tanah di Indonesia.

Implementasi dari instruksi Kapolri itu, jajaran polda juga telah membentuk Satgas Anti Mafia Tanah di tingkat provinsi, yang bekerja sama dengan Agraria atau Badan Pertanahan Nasional.

Ia pun mengimbau masyarakat yang menjadi korban mafia tanah jangan ragu-ragu untuk melapor ke Satgas Anti Mafia Tanah. Sebab pembentukan Satgas Anti Mafia Tanah ini sebagai wujud keseriusan Polri dalam upaya menindak secara hukum para pelaku praktik mafia tanah.

Baca Juga : KPK Dukung Polri Bongkar Kasus Mafia Tanah

"Nenek Afifah di Banten maupun mantan Wakil Menlu Dino Pati Jalal sudah membuktikan, tanahnya terselamatkan dari aksi para mafia tanah," tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini