Varian Baru Virus Corona Masuk Indonesia, DPR Pertanyakan Pengawasan di Bandara

Kiswondari, Sindonews · Kamis 04 Maret 2021 10:40 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 04 337 2372044 varian-baru-virus-corona-masuk-indonesia-dpr-pertanyakan-pengawasan-di-bandara-DnAfZqSZhm.jpg Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin. (Foto : Sindo)

JAKARTA - Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin mempertanyakan lemahnya pengawasan di bandara terhadap warga yang baru saja bepergian dari luar negeri sehingga ditemukan varian baru Covid-19 atau B117. Varian baru virus corona ini dibawa oleh pekerja migran Indonesia asal Karawang, Jawa Barat, yang pulang ke kampung halaman.

"Pemerintah harus lebih ketat menjalankan pemeriksaan di bandara internasional. Jangan sampai penyebaran virus B117 berkembang terlalu luas," kata Azis kepada wartawan, Kamis (4/3/2021).

Ia menyebut, ini menjadi pekerjaan rumah baru di tengah pendemi Covid-19 yang belum terselesaikan. Karena itu, ia mengajak semua pihak untuk membantu pemerintah dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar itu juga meminta pemerintah pusat, pemerintah daerah (pemda) dan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 agar dapat lebih bekerja keras menangani perkembangan virus baru supaya dapat terus dilakukan langkah penanganan yang tepat guna menanggulangi pandemi di Indonesia secara cepat.

"Pemda harus mengklasifikasikan kondisi pandemi Covid-19 di daerah masing-masing, sehingga dapat dilakukan upaya testing, tracing, dan treatment secara tepat," ujar Azis.

Selain itu, Azis mendorong masyarakat untuk menyukseskan program vaksinasi Covid-19 dengan diiringi perbaikan sistem pendataan oleh pemerintah serta sosialisasi yang baik kepada masyarakat sehingga angka Covid-19 di Indonesia dapat semakin menurun.

Baca Juga : Wagub DKI Sebut Sudah Siapkan Strategi Hadapi Varian Baru Covid-19

"Pemerintah harus lebih memperketat mobilitas masyarakat dari antarkota di Indonesia maupun keluar masuk antarnegara, kebijakan dalam pembatasan jumlah dan pengetatan protokol kesehatan di tempat-tempat publik, kebijakan sistem Pembelajaran tatap muka dan pembatasan jam kerja," tuturnya.

Baca Juga : Hadapi Varian Baru Covid-19, Epidemiolog : Penerapan 5M & 3T Harus Ditingkatkan

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini