Soal Unlawful Killing di Penembakan Laskar FPI, Bareskim Cari Bukti Permulaan

Puteranegara Batubara, Okezone · Rabu 03 Maret 2021 18:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 03 337 2371748 soal-unlawful-killing-di-penembakan-laskar-fpi-bareskim-cari-bukti-permulaan-jGcQt7wOwY.jpg Foto: Gelar Perkara penembakan Laskar FPI (Foto: Okezone)

JAKARTA - Bareskrim Polri menyatakan telah membuat Laporan Polisi (LP) terkait dengan rekomendasi Komnas HAM soal dugaan Unlawful Killing di kasus penyerangan Laskar FPI.

Dir Tipidum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi mengungkapkan, selain menerbitkan LP, pihaknya juga melakukan penyelidikan mengenai dugaan Unlawful Killing tersebut.

"Untuk dugaan Unlawful Killing, penyidik sudah membuat LP dan sedang dilakukan penyelidikan untuk mencari bukti permulaan," kata Andi saat dikonfirmasi, Jakarta, Rabu (3/3/2021).

Hal itu dilakukan setelah berlangsungnya rapat koordinasi antara penyidik Bareskrim Polri dengan Jampidum Kejaksaan Agung, kemarin 2 Maret 2021.

Selain itu, kata Andi, terkait dengan kasus dugaan penyerangan Laskar FPI kepada polisi di Tol Jakarta-Cikampek KM 50, pihaknya akan segera melimpahkan berkas perkara ke Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Baca Juga: Bareskrim Gelar Perkara Kasus Laskar FPI Usai Terima Rekomendasi Komnas HAM

"Untuk kasus penyerangan terhadap anggota Polri oleh laskar FPI, berkas perkara segera dilimpahkan ke JPU untuk dilakukan penelitian," ujar Andi.

Ketua Tim Penyelidikan dan Pemantauan Komnas HAM, Choirul Anam sebelumnya menyatakan, sebanyak dua anggota FPI meninggal dunia dalam peristiwa saling serempet antara mobil yang mereka pergunakan dengan polisi, di antara Jalan Internasional Karawang sampai km 49 tol Cikampek.

Sementara empat orang lainnya yang masih hidup dan dibawa polisi, kemudian diduga ditembak mati dalam mobil petugas saat dalam perjalanan dari km 50 menuju Markas Polda Metro Jaya.

Terkait peristiwa dugaan penembakan empat orang laskar FPI itu, informasi yang diterima Komnas HAM hanya dari polisi, yakni lebih dulu terjadi upaya melawan petugas (polisi) yang mengancam keselamatan hidup petugas sehingga diambil tindakan tegas dan terukur.

"Penembakan sekaligus terhadap empat orang dalam satu waktu tanpa ada upaya lain yang dilakukan untuk menghindari semakin banyaknya jatuh korban jiwa mengindikasikan adanya tindakan Unlawfull Killing terhadap empat orang anggota laskar FPI," kata Anam.

(kha)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini