Sekjen dan Pejabat Kemensos Bersaksi di Sidang Suap Bansos Covid-19

Arie Dwi Satrio, Okezone · Rabu 03 Maret 2021 16:58 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 03 337 2371696 sekjen-dan-pejabat-kemensos-bersaksi-di-sidang-suap-bansos-covid-19-cubxLwPdg6.jpg Sidang lanjutan terkait kasus dugaan suap bansos Covid-19 di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (3/3/2021). (Foto : Okezone/Arie Dwi Satrio)

JAKARTA - Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menggelar sidang lanjutan perkara dugaan suap terkait pengadaan paket bantuan sosial (bansos) untuk penanganan Covid-19 di wilayah Jabodetabek, Rabu (3/3/2021). Sidang beragendakan pemeriksaan saksi untuk terdakwa Ardian Iskandar Maddanatja dan Harry Van Sidabukke.

Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghadirkan sejumlah saksi yang berasal dari Kemensos. Mereka adalah Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial (Sekjen Kemensos) Hartono, Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial (Dirjen Linjamsos) Kemensos, Pepen Nazaruddin.

Kemudian, Sekretaris Direktorat Jenderal (Sesditjen) Linjamsos Kemensos, Mokhamad O Royani; Kasubagpeg Sesdirjen Linjamsos Kemensos sekaligus anggota tim teknis bansos sembako, Rizki Maulana; serta Staf Subbag Tata Laksana Keuangan Bagian Keuangan Sesdirjen Linjamsos Kemensos, Robin Saputra.

"Ada lima saksi yang dihadirkan. Pertama, Bapak Hartono. Kemudian, Bapak Pepen Nazaruddin. Sebelahnya Pak Pepen ada Pak Mokhamad O Royani. Bapak Robbi Saputra, terakhir Bapak Rizki Maulana," ujar salah seorang Jaksa KPK di ruang sidang Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Rabu (3/3/2021).

Baca Juga : Usut Suap Bansos Covid-19, KPK Periksa Komisaris PT RPI

Sekadar informasi, Presiden Direktur PT Tiga Pilar Agro Harry Van Sidabukke dan konsultan hukum Ardian Iskandar Maddanatja didakwa menyuap mantan Menteri Sosial (Mensos) Juliari Peter Batubara senilai Rp3,2 miliar. Suap itu disebut untuk memuluskan penunjukan perusahaan penyedia bantuan sosial (bansos) untuk penanganan Covid-19 di wilayah Jabodetabek.

Jaksa menyebut Harry Van Sidabukke menyuap Juliari Batubara sebesar Rp1,28 miliar. Sedangkan Ardian Iskandar, disebut Jaksa, menyuap Juliari senilai Rp1,95 miliar. Total suap yang diberikan kedua terdakwa kepada Juliari sejumlah Rp3,2 miliar.

Dalam perkaranya, Harry Sidabukke disebut mendapat proyek pengerjaan paket sembako sebanyak 1,5 juta melalui PT Pertani (Persero) dan PT Mandala Hamonganan Sude. Sementara Ardian, menyuap Juliari terkait penunjukkan perusahaannya sebagai salah satu vendot yang mengerjakan pendistribusian bansos corona.

Baca Juga : KPK Dalami Proses Penunjukkan PT RPI sebagai Penggarap Proyek Bansos Covid-19

Uang sebesar Rp3,2 miliar itu, menurut Jaksa, tak hanya dinikmati oleh Juliari Peter Batubara. Uang itu juga mengalir untuk Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pengadaan bansos Covid-19 di Direktorat Perlindungan dan Jaminan Sosial Korban Bencana Kemensoso, Adi Wahyono serta Matheus Joko Santoso.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini