Buka Rakornas Penanggulangan Bencana, Jokowi : Jangan Ada Bencana Baru Pontang-Panting

Fahreza Rizky, Okezone · Rabu 03 Maret 2021 15:04 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 03 337 2371605 buka-rakornas-penanggulangan-bencana-jokowi-jangan-ada-bencana-baru-pontang-panting-fCOh67y3wo.jpg Presiden Jokowi (Foto : Biro Pers Setpres)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan jajarannya dan pemerintah daerah (pemda) untuk membuat kebijakan yang sensitif terhadap bencana. Pasalnya, Indonesia menduduki ranking tertinggi dunia sebagai negara rawan bencana.

"Kebijakan nasional dan daerah harus sensitif terhadap kerawanan bencana, jangan ada bencana baru kita pontang-panting, ribut atau bahkan saling menyalahkan. Itu tidak boleh terjadi," ujarnya saat membuka Rakornas Penanggulangan Bencana 2021 di Istana Negara, Jakarta, Rabu (3/3/2021).

Jokowi menuturkan, pemerintah telah memiliki Rencana Induk Penanggulangan Bencana 2020-2044 melalui Perpres Nomor 87 Tahun 2020.

Grand design penanganan bencana jangka panjang sudah tertuang dalam beleid itu. Namun demikian, Jokowi tak ingin hal tersebut berhenti di atas kertas. Ia ingin ada langkah konkret yang terlihat dalam sebuah kebijakan serta perencanaan tata ruang.

"Poin pentingnya bukan hanya berhenti pada grand design pada janka panjang, tapi grand desain itu harus diturunkan dalam kebijakan perencanaan termasuk tata ruang yang sensitif dan memperhatikan aspek kerawanan bencana, serta dilanjutkan dengan audit dan pengendalian kebijakan tata ruang yang berjalan di lapangan, bukan di atas kertas saja, ini yang berulang saya sampaikan," tuturnya.

Baca Juga : Berbagai Bencana Landa Indonesia di Awal Tahun, Jokowi: Kita Hadapi dengan Tegar

Dalam pembukaan Rakornas Penanggulangan Bencana 2021, turut hadir Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy dan Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo. Selain di Istana, kegiatan ini juga diikuti secara virtual oleh jajaran BPBD.

Baca Juga : BNPB: 227 Bencana Terjadi Sepanjang Januari 2021

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini