Petaka di Lantai Dansa Membuat Sita Terpapar Corona hingga Menembus 1 Juta

Tim Okezone, Okezone · Rabu 03 Maret 2021 11:31 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 03 337 2371428 petaka-di-lantai-dansa-membuat-sita-terpapar-corona-hingga-menembus-1-juta-fAuMatXtT3.jpg Foto:Ist

JAKARTA – Desas-desus masuknya Virus Corona (Covid-19) menyeruak di tengah masyarakat Indonesia awal 2020 silam. Hingga kini, kasus Covid-19 di Tanah Air mencapai 1.347.026 kasus positif.

Pada Maret 2020, Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun mengumumkan kasus pertama Covid-19 di Indonesia. Yaitu Sita Tyasutami, wanita asal Depok, Jawa Barat yang sempat kontak dengan WN Jepang. Mereka berdansa di sebuah klub dansa. Sita dan ibunya, akhirnya melakukan pemeriksaan ke RSPI Sulianti Saroso.

(Baca juga: Varian Baru Virus Corona B117 Ditemukan di Karawang, Ini Reaksi Ridwan Kamil)

Beberapa waktu lalu, MNC Protal Indonesia mewawancarai pasien 01 Sita Tyasutami mengenai kondisi dirinya dan ibunya Maria Darmaningsih serta kakaknya Ratri Anindyajati yang menjadi pasien 02 dan 03 Virus Corona.

Sita mengenang dirinya saat petama kali mulai menjalani perawatan di rumah sakit Depok pada 27 Februari 2020 Kemudian dikirim ke RSPI Suroso 1 Maret dan Kemudian dinyatakan positif 2 Maret meski dia sakit Sejak 16 Februari.

(Baca juga: Setahun Lalu Covid-19 Terdeteksi di Indonesia, Bagaimana Kabar Pasien Pertama?)

Setelah setahun keluar dari rumah sakit, dia mengaku terjadi efek samping akibat penyakit Covid-19. Yaitu nafasnya terengah-engah dan kondisi badan lemas.

"Selama sampai bulan Desember itu aku enggak ada kenapa-kenapa, normal saja kesehatanku. Nah, Januari 2021 ini mulai lemas dan sakit sakitan lagi sampe berminggu-minggu," kata Sita.

Setelah diperiksakan tempat alternative akupuntur. Dokter diakupuntur menyebut darah pasien Covid19 seperti Sinta dan ibunya mengalami pengentalan.

"Memang darah aku mengental banyak dari orang-orang yang kena Covid dan jadi penggumpalan darah dan aku emang ada itu," kata Sita.

Dia mengaku, meski sakit yang diderita pada bulan Januari ini bukan Corona, dia mengaku penyakit yang saat ini diderita merupakan evek dari Corona sehingga tak dapat berbicara banyak.

“Terus kalo ngomong banyak kaya sekarang telponan gitu. Aku juga ngos-gosan jadi stamina ku tidak kaya dulu lagi," jelasnya.

Sita menyebut, meski terjadi perubahan fisik pada dirinya, namum sesuai keterangan dokter karena usia masih muda kondisinya akan membaik jika mengikuti pola hidup yang baik.

"Karena aku masih muda kalo aku jaga kesehatan pola hidup sehat olahraga teratur, lama-lama kembali normal tapi yah sampe sekarang belum," jelasnya.

Hal yang sama juga terjadi pada ibunya Maria Darmaningsih yang merupakan pasien Covid 02. Sita menyebut keadaan ibunya sama seperti dirinya. Terjadi pengentalan darah, sering lelah dan bahkan menjadi pelupa.

"Dengar ampera atau antasari itu dia bisa lupa itu di mana? Ternyata menurut research kan memang ada beberapa dampak dari covid itu yaitu yang multy dimmer, pengentalan darah, pergumpalan darah, sama suka lupa gitu emang ada penelitianya," tuturnya.

Beruntung ibunya Sita memiliki gaya hidup yang sehat dan tidak memiliki penyakit bawan. Lain halnya kondisi kesehayan yang dialami oleh pasien Covid 03 Ratri, Sita menyebut kakanya lebih baik dari dirinya dan ibunya.

"Karena memang kakakku waktu kena covid itu bukan OTG tapi gejala ringan banget suhu tubuh 37 setengah dan enggak ada apa-apanya dibandingin aku," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini