Roy Suryo: Jika Video Tertembaknya Gus Idris Bohong Bisa Terancam Pidana

Dita Angga R, Sindonews · Rabu 03 Maret 2021 08:52 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 03 337 2371327 roy-suryo-jika-video-tertembaknya-gus-idris-bohong-bisa-terancam-pidana-wdaiT6RBCD.jpg Pakar telematika, Roy Suryo (foto: Okezone)

JAKARTA - Pakar Telematika, Roy Suryo mengaku tak habis pikir jika video tertembaknya ulama dari Pondok Pesantren (Ponpes) Thoriqul Jannah Malang, Idris Al Marbawy atau Gus Idris merupakan sebuah kebohongan. Menurutnya jika hal ini benar kebodohan maka kepolisian perlu menindak tegas hal ini.

“Saya engga habis pikir kalau ini prank. Apalagi kalau tujuannya hanya untuk mendapatkan subscribe dan like. Jadi menurut saya polisi perlu menindak tegas terhadap UU ITE. Meskipun dengan anjuran Kapolri bahwa dalam UU ITE korban yang melaporkan tapi masyarakat dari semalam gaduh dengan adanya video ini. Sehingga wajib polisi menggunakan ini,” katanya dikutip dari Dialog Inews, Rabu (3/3/2021).

Baca juga:  Soal Kabar Ditembak, Gus Idris: Itu Serangan Sihir

Menurutnya, ada potensi pidana jika memang video tersebut secara sengaja dibuat.

“Bisa (pidana). (Ini) karena mereka sama saja membuat sinetron, cinema electronic seolah-olah itu penembakan kalau ini benar prank. Artinya bagaimana ekspresi orang-orang. Ekspresi anak kecil menoleh ke kamera itu agak tidak bisa melakukan adegan dengan baik,” ungkapnya.

 Baca juga: Polisi Pastikan Penembakan terhadap Gus Idris Hoaks

Roy menyebut, bahwa si pembuat video bisa terkena pasal menyebarluaskan berita bohong. Apalagi dia melihat adanya video ini membuat orang berpersepsi adanya sebuah kekerasan atau persekusi terhadap ulama.

“Ini bisa menimbulkan gesekan di masyarakat, menimbulkan persepsi buruk di masyarakat kepada semua pihak. Termasuk kepada aparat keamanan. Berarti keamanan sekitar malang tidak aman. Ini bisa dilakukan penyelidikan sampai penyidikan kalau ini rekayasa atau sinetron,” tuturnya.

Lebih lanjut, dia menduga jika video ini hanya untuk konten maka tujuannya agar banyak masyarakat yang melihat. Apalagi jika diunggah di youtube maka bisa menghasilkan keuntungan finansial.

“Kalau banyak like dan subscribe kan banyak keuntungan finansial. Kalau memang keuntungan finansial yang dikejar aduh menurut saya sungguh sangat tidak pas apa yang dilakukan. Saya berharap sih bukan itu,” pungkasnya.

(wal)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini