Sepak Terjang Ferry Elas, Anggota KKB Pimpinan Joni Botak yang Ditembak Mati

Saldi Hermanto, Okezone · Rabu 03 Maret 2021 05:07 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 03 337 2371254 sepak-terjang-ferry-elas-anggota-kkb-pimpinan-joni-botak-yang-ditembak-mati-Ilk3JPhnuY.jpg Ferry Elas, anggota KKB yang tewas saat kontak senjata dengan aparat keamanan di Mimika, Papua (Foto: Saldi Hermanto)

TIMIKA - Polres Mimika, Papua, membeberkan rangkaian kasus penembakan yang dilakukan Ferry Elas, anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Kalikopi di bawah pimpinan Joni Botak. Ferry tewas tertembak dalam kontak senjata dengan aparat keamanan di area Mile Point (MP) 53, Distrik Tembagapura, Mimika, Papua, pada Minggu, 28 Februari 2021.

Kapolres Mimika, AKBP I Gusti Gde Era Adhinata menyampaikan, jenazah Ferry Elas ditemukan oleh tim investigasi di bawah pimpinan Kasat Samapta Polres Mimika, AKP M. Rosman Latuconsina dan Kasat Reskrim Polres Mimika, AKP Hermanto.

Baca Juga:  Kapolres Mimika Pastikan Hanya 1 Anggota KKB Tewas dalam Baku Tembak

Lantaran saat tiba di tempat kejadian perkara (TKP), tim investigasi mendapat gangguan penembakan dari pihak KKB, ditambah kondisi medan dari dan menuju TKP sangat ekstrem, jenazah Ferry Elas tidak memungkinkan untuk dibawa.

"Sehingga kita biarkan di sana, nantinya kelompok KKB tersebut yang akan mendatangi dan melakukan tradisi pembakaran mayat," kata AKBP Era Adhinata, Selasa 2 Maret 2021.

Ferry Elas merupakan anggota KKB yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Polres Mimika sejak tahun 2017, dengan nomor DPO/39/XI/2017/Reskrim. Ia bersama rekan-rekannya yang tergabung dalam KKB Kalikopi Makodap III Timika, melakukan tindakan kriminal penembakan di wilayah Distrik Tembagapura dan sekitarnya.

Baca Juga:  Pasukan TNI AD Baku Tembak dengan KKB Pimpinan Joni Botak di Hutan Belantara

Berikut rentetan aksi-aksi kriminal penembakan yang dilakukan Ferry Elas semasa hidup:

1. Pada 17 Agustus 2017, melakukan aksi penembakan terhadap mobil Land Cruiser milik PT Freeport dengan nomor lambung 01-4837 yang dikemudikan Bambang Tridarko di Mile 60.

2. Pada 24 September 2017, melakukan penembakan mobil Land Cruiser pengawal truk tangki air yang di kemudikan Muliadi di Mile 61.

3. Pada 25 September 2017, melakukan penembakan mobil Land Cruiser milik PT Freeport dengan nomor lambung RP-25 yang dikemudikan Royland Sahensolar di Mile 60.

4. Pada 21 Oktober 2017, melakukan penembakan mobil Land Cruiser milik PT Freeport nomor lambung 01-4744 R yang dikemudikan Joseph Hatch (WNA) di Mile 60.

5. Pada 21 Oktober 2017, melakukan penembakan anggota Brimob dan Polsek Tembagapura di bukit Sangker Mile 69.

6. Pada 23 Oktober 2017, melakukan penembakan anggota Brimob saat melakukan apel di Utikini lama, Distrik Tembagapura.

7. Pada 24 Oktober 2017, melakukan penembakan mobil Land Cruiser milik Rumah Sakit Tembagapura dengan nomor lambung 01-4414 di jembatan lama Utikini lama, Distrik Tembagapura.

Selanjutnya, dari hasil penyelidikan, Ferry Elas juga mempunyai peran lain dalam rentetan penembakan yang terjadi di tahun 2020.

Bahkan, pada 21 Agustus 2019, ia bersama almarhum Hengky Wamang yang saat itu sebagai pemimpin KKB Kalikopi, berkumpul di Ilaga, Kabupaten Puncak melakukan pertemuan membahas rencana aksi kriminal di wilayah Tembagapura. Saat itu pertemuan dipimpin oleh Goliath Tabuni dengan komandan operasi Lekagak Telenggen.

8. Pada 22 Februari 2020, rombongan KKB pimpinan Lekagak Telenggen tiba di wilayah Tembagapura. Ferry Elas ikut terlibat dalam aksi penyenderaan tiga guru di Kampung Jagamin wilayah Aroanop, Distrik Tembagapura.

9. Pada Maret 2020, Ferry Elas dipimpin Lekagak Telenggen melakukan pembakaran bekas gedung gereja di blok A Kampung Opitawak, Distrik Tembagapura dan melakukan pembakaran rumah-rumah warga di blok A Kampung Opitawak.

10. Pada 6 Maret 2020, melakukan penembakan ke Pos Yonif 754 di Opitawak mengakibatkan satu korban luka, serta menembak pos Brimob Satgas Aman Nusa di aula Banti 2, Distrik Tembagapura.

Di mana, aksi-aksi yang dilakukan KKB pada tanggal 6 Maret 2020 itu, menyebabkan seluruh masyarakat mulai dari wilayah Banti hingga Opitawak memilih untuk mengungsi di Polsek Tembagapura, yang akhirnya warga dievakuasi turun ke kota Timika.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini