DPR Minta Polri Usut Tuntas Kasus Uang Palsu Senilai Rp4,5 Triliun

Agregasi Sindonews.com, · Rabu 03 Maret 2021 00:22 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 03 337 2371211 dpr-minta-polri-usut-tuntas-kasus-uang-palsu-senilai-rp4-5-triliun-UpX7XLU4Aq.jpg DPR RI (Foto: Okezone)

JAKARTA - Sindikat antarprovinsi pengedar uang asing palsu berhasil dibongkar Satreskrim Polresta Banyuwangi, Jawa Timur. Sebanyak 10 anggota sindikat ditangkap, dan uang palsu senilai Rp4,5 triliun turut diamankan.

Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni mengatakan, peredaran uang palsu sangat meresahkan karena masih banyak masyarakat yang tertipu dan mengalami kerugian karena peredarannya. Pihaknya pun menyambut baik upaya yang dilakukan kepolisian.

"Kami sangat mengapresiasi Polresta Banyuwangi yang telah berhasil membongkar para sindikat uang palsu antarprovinsi. Kehadiran sindikat ini sangat meresahkan masyarakat, karena sampai saat ini masih banyak masyarakat yang kurang paham dan tertipu. Bayangkan jika uang palsu senilai Rp4,5 tiliun uang asli tersebut berhasil beredar dan dipergunakan masyarakat," ujar Sahroni dalam keterangannya, Selasa (2/3/2021).

Baca Juga:  Polri Bongkar Sindikat Uang Palsu Senilai Rp2,8 Triliun

Politikis Partai Nasdem ini juga meminta kepada pihak kepolisian agar segera mengusut tuntas terkait peredaran uang palsu ini, demi menghindari makin banyaknya warga yang tertipu.

"Menurut informasi yang didapat, sindikat uang palsu yang berada di Jawa Timur ini mendapatkan uangnya dari Jakarta. Karenanya, saya meminta kepada para Kapolda untuk berkordinasi demi menelusuri jaringannya hingga tuntas," jelas Sahroni.

Oleh karena itu, Legislator asal Tanjung Priok ini mendesak agar sindikat peredaran uang palsu ini ditelusuri hingga ke akarnya dan diberikan sanksi yang tegas. "Sindikat ini harus dibasmi hingga ke akarnya dan diberikan hukuman yang berat agar ada efek jera," tuturnya.

Baca Juga: Hati-Hati saat COD! Warga Tangerang Jual HP Malah Dibayar Pakai Uang Palsu Rp3 Juta

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini