Nurhadi Dituntut 12 Tahun Penjara, Kuasa Hukum: Berdasarkan Imajinasi, Tak Didukung Bukti

Arie Dwi Satrio, Okezone · Rabu 03 Maret 2021 00:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 03 337 2371206 nurhadi-dituntut-12-tahun-penjara-kuasa-hukum-berdasarkan-imajinasi-tak-didukung-bukti-451pl2UR2U.jpg Nurhadi (Foto: Okezone)

JAKARTA - Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menuntut mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA), Nurhadi dengan pidana 12 tahun penjara. Sedangkan menantu Nurhadi, Rezky Herbiyono dituntut dengan pidana 11 tahun penjara. Keduanya juga dituntut untuk membayar denda masing-masing sejumlah Rp1 miliar subsidair enam bulan kurungan.

Menanggapi tuntutan tersebut, Kuasa Hukum Nurhadi, Maqdir Ismail menyebut bahwa Jaksa KPK sedang berimajinasi. Sebab, kata Maqdir, tuntutan 12 tahun penjara kepada Nurhadi dan 11 tahun bui terhadap Rezky tersebut tanpa didasari bukti yang kuat di persidangan.

"Tuntutan selama 12 tahun penjara kepada Nurhadi dan Rezky Herbiyono 11 tahun penjara hanya berdasarkan imajinasi untuk menutupi kesalahan menjadikan Nurhadi sebagai terdakwa, karena tidak didukung oleh bukti," kata Maqdir menanggapi tuntutan Jaksa, Selasa (2/3/2021), malam

Baca Juga:  Mantan Sekretaris MA Nurhadi Dituntut 12 Tahun Penjara, Menantunya 11 Tahun

Maqdir menuding jaksa KPK hanya berdasar pada asumi dalam membuktikan perbuatan pidana Nurhadi dan Rezky Herbiyono. Maqdir menilai jaksa tidak berani menerapkan pasal yang sesuai dengan surat dakwaan karena tidak bisa membuktikan kalau Nurhadi terima suap dan gratifikasi.

"Hal yang konyol, seolah-olah bahwa ada penerimaan uang oleh Nurhadi dari Hiendra Soenjoto dan kemudian dibelikan kebun sawit atas nama Rezky Herbiyono dan Rizqi Aulia Rahmi," ucap Maqdir.

Menurut Maqdir, tuntutan terhadap kliennya itu sangat kontras. Sebab, ia menilai bahwa jaksa belum sepenuhnya mampu membuktikan perkara yang menjerat dua kliennya sesuai surat dakwaan di dalam persidangan.

"Fakta-fakta yang dikemukakan dalam tuntutan adalah penuh dengan ketidakbenaran dan tidak berdasarkan bukti. Tuntutan ini sangat kontras dengan kutipan ayat Alquran yang disampaikan pada bagian awal dari surat tuntutan. Tuntutan ini adalah tidak jujur dan buruk," tegas Maqdir.

Sekadar informasi, selain pidana penjara dan denda, jaksa juga menuntut Nurhadi dan menantunya untuk membayar uang pengganti. Keduanya dituntut untuk membayar uang pengganti sebesar Rp83.013.955.000 (Rp83 miliar).

Baca Juga:  KPK Usut Kasus Dugaan Suap Pajak di Kemenkeu

Jika dalam jangka waktu tersebut Nurhadi dan Rezky tidak membayar uang pengganti, kata Jaksa, maka harta bendanya disita dan dilelang untuk menutupi uang pengganti tersebut

Jaksa meyakini, Nurhadi dan menantunya, Rezky Herbiyono menerima gratifikasi senilai Rp37.287.000.000 dari sejumlah pihak yang berperkara di lingkungan pengadilan tingkat pertama, banding, kasasi, hingga Peninjauan Kembali (PK).

Selain itu, Nurhadi dan menantunya juga diyakini jaksa telah menerima suap sebesar Rp 45.726.955.000 dari Direktur Utama PT Multicon Indrajaya Terminal (PT MIT) Hiendra Soenjoto. Uang suap tersebut diberikan agar memuluskan pengurusan perkara antara PT Multicon Indrajaya Terminal (PT MIT) melawan PT Kawasan Berikat Nusantara (PT KBN) terkait dengan gugatan perjanjian sewa menyewa depo kontainer.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini