Yusril Sarankan Jokowi Terbitkan Perpres Perubahan Terkait Investasi Miras

Abdullah M Surjaya, Koran SI · Selasa 02 Maret 2021 22:42 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 02 337 2371185 yusril-sarankan-jokowi-terbitkan-perpres-perubahan-terkait-investasi-miras-q3PO8VSIlY.jpg Yusril Ihza Mahendra (Foto: Okezone)

JAKARTAYusril Ihza Mahendra menyarankan Presiden Joko Widodo (Jokowi) harus menerbitkan peraturan presiden (perpres) baru setelah mencabut lampiran yang mengatur investasi minuman keras (miras). Perpres ini khusus untuk menghilangkan ketentuan dalam lampiran terkait miras. Untuk itu, Jokowi harus segera menerbitkan perpres baru.

”Ketentuan-ketentuan lain yang diberi kemudahan investasi dalam Perpres Nomor 10 Tahun 2021 nampaknya tidak mengandung masalah krusial dan serius. Sebab itu, tidak ada urgensinya untuk segera direvisi,” kata Yusril dalam keterangan tertulisnya yang diterima MNC Portal Indonesia, Selasa (2/3/2021).

Baca Juga:  Yusril Debat JK soal Demokrasi di Indonesia, Ada Apa?

Setelah pernyataan pencabutan hari ini, Presiden tentu harus menerbitkan Perpres baru yang berisi perubahan atas Perpres Nomor 10 Tahun 2021 ini, khusus menghilangkan ketentuan dalam lampiran terkait dengan miras. Dengan perubahan itu, maka persoalan pengaturan investasi miras ini resmi telah dihapus dari norma hukum positif yang berlaku di Indonesia.

Yusril mengepresiasi sekali ini Presiden Jokowi cepat tanggap atas segala kritik, saran dan masukan. Presiden Jokowi biasanya memang tanggap terhadap hal-hal yang sensitif, sepanjang masukan itu disampaikan langsung kepada beliau dengan dilandasi itikad baik.

”Syukurlah cepat dicabut dan dihilangkan oleh Pak Jokowi,” ungkapnya.

Yusril menilai dalam Perpres yang dimaksudkan untuk memberikan kemudahan investasi ini, pemerintah seperti “keseleo lidah” dengan memberikan kemudahan investasi pabrik pembuatan miras, baik PMDN maupun PMA. Asing boleh membuka pabrik dengan modal 100 persen PMA. Begitu juga PMDN.

Sebelum Perpres ini, investasi di bidang miras ini dinyatakan tertutup. Dengan Perpres ini dinyatakan terbuka untuk investasi. Daerah yang dibuka untuk investasi ada di tiga provinsi, Bali, Sulawesi Utara dan Papua. Daerah lain boleh juga, asal diajukan oleh Gubernur kepada Kepala BKPM.

”Ini berarti peluang untuk membuka pabrik miras bisa berdiri di mana saja asal diusulkan melalui Gubernur ke Pemetintah Pusat. Keruan saja, pengaturan dalam lampiran Perpres ini mendapat penolakan dari daerah-daerah yang pengaruh Islamnya sangat kuat,” ungkapnya.

Baca Juga:  KPU Diskualifikasi Pemenang Pilwalkot Bandar Lampung, Ini Penyebabnya

Lebih jauh daripada itu, lampiran Perpres ini juga membuka investasi untuk penjualan miras. Dalam Lampiran 3 angka 44 dan 45 diatur mengenai dibukanya investasi Perdagangan Eceran Minuman Keras atau Beralkohol dan ‘Perdagangan Eceran Kaki Lima Minuman Keras atau Beralkohol’. Persyaratannya hanya mengatakan ‘Jaringan distribusi dan tempatnya khusus’.

”Saya menganggap pengaturan ini keterlaluan. Masa pemerintah mempermudah investasi perdagangan eceran kaki lima minuman keras baik bagi PMA maupun PMDN. Untuk apa ada Penanaman Modal Asing untuk jualan miras di kaki lima? Padahal, perdangan miras seperti ini justru berbahaya bagi kehidupan masyarakat dan semestinya dilarang,” imbunya.

Untuk itu, penjualan miras di kaki lima seperti ini harusnya dinyatakan tertutup dan diatur dengan Perpres tersendiri, bukan dalam Perpres tentang Bidang Usaha Penanaman Modal.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini