Satgas Covid-19: Kita Bisa Kehilangan 1.000 Nyawa karena Ada yang Liburan

Binti Mufarida, Sindonews · Selasa 02 Maret 2021 22:22 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 02 337 2371180 satgas-covid-19-kita-bisa-kehilangan-1-000-nyawa-karena-ada-yang-liburan-xAJPFmDD4p.jpeg Jubir Satgas Covid-19, Wiku Adisasmito (Foto: Satgas Covid-19)

JAKARTA - Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan selama satu tahun pandemi menunjukan bahwa adanya libur panjang berdampak pada naiknya kasus covid-19. Bahkan dia menyebut juga berimplikasi pada meningkatnya angka kematian.

“Ada implikasi kematian pada setiap event libur panjang yang terjadi sepanjang satu tahun ke belakang,” katanya dalam konferensi persnya, Selasa (2/3/2021).

“Di bulan-bulan tanpa libur panjang, jumlah orang yg meninggal akibat covid-19 adalah 50 sampai 900 orang. Sedangkan di bulan-bulan dengan libur panjang, jumlah orang yang meninggal meningkat tajam menjadi 1000 sampai 2000 orang,” lanjutnya.

Berdasarkan data tersebut, Wiku menyebut bahwa kebijakan untuk adanya libur panjang saat pandemi sangatlah tidak bijak. Pasalnya langsung berdampak pada jumlah orang yang meninggal.

“Bayangkan dalam satu bulan kita bisa kehilangan lebih dari 1.000 nyawa hanya karena memilih untuk melakukan perjalanan dan berlibur,” ujarnya.

Wiku pun mengingatkan agar di tahun 2021 agar pemerintah dan masyarakat lebih bijaksana dalam hal libur panjang.

“Untuk itu karena kita baru memulai tahun 2021, hendaknya pemerintah dan masyarakat belajar untuk membuat keputusan yang lebih bijaksana dan tidak membahayakan nyawa diri sendiri dan orang lain,” pungkasnya. Dita angga

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini