Korupsi Dana Triathlon, Mark Sungkar Didakwa Rugikan Negara Rp694 Juta

Arie Dwi Satrio, Okezone · Selasa 02 Maret 2021 15:45 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 02 337 2370922 korupsi-dana-triathlon-mark-sungkar-didakwa-rugikan-negara-rp694-juta-1szmlF5ePN.jpg Mark Sungkar jalani sidang dakwaan (Foto: Arie Dwi Satrio)

JAKARTA - Jaksa Penuntut Umum (JPU) mendakwa mantan Ketua Umum Pengurus Pusat Federasi Triathlon Indonesia (PPFTI), Mark Sungkar melakukan korupsi terkait dana olahraga triathlon.

Mark Sungkar didakwa merugikan keuangan negara sebesar Rp649,9 juta berkaitan kegiatan olahraga triathlon.

Baca juga: Pariaman Triathlon 2021 Digelar Agustus, Sandiaga Uno Dijadwalkan Hadir

Dalam dakwaannya, ayah kandung artis Shireen dan Zaskia Sungkar itu diduga telah membuat laporan fiktif terkait belanja kegiatan dana pelatnas Asian Games 2018 guna peningkatan prestasi olahraga nasional di Bandung, Jawa Barat.

Baca juga: Lepaskan Keramaian Politik, Sandiaga Juara 3 di Trifactor Triathlon Belitung

"Terdakwa telah membuat laporan pertanggungjawaban keuangan yang terdapat bukti atau dokumen fiktif berupa belanja akomodasi kegiatan di The Cipaku Garden Hotel Bandung, Jawa Barat," ujar Jaksa Nopriyadi saat membacakan surat dakwaan untuk Mark di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Selasa (2/3/2021).

Menurut Jaksa, aktor senior itu tidak mengembalikan sisa dana bantuan dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) ke kas negara.

Selain itu, Mark yang menjabat Ketum PPFTI periode 2015-2019 itu juga disebut menerima pengembalian uang dari The Cipaku Garden Hotel ke rekening pribadinya.

Perbuatan Mark tersebut bertentangan dengan Peraturan Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga No. 1047/2017 tentang Petunjuk Teknis Penyaluran Bantuan Pemerintah dalam Akun Belanja Barang Lainnya untuk Diserahkan kepada Masyarakat/Pemerintah Daerah Guna Program Peningkatan Prestasi Olahraga Nasional.

Dalam dakwaannya, Mark pernah mengajukan proposal kegiatan bertajuk Era Baru Triathlon Indonesia ke Menpora dengan total biaya Rp5,072 miliar pada 2018. Namun, sisa uang dari kegiatan itu digunakan untuk memperkaya dirinya sendiri sebesar Rp399,7 juta.

Jaksa juga menduga Mark telah memperkaya orang lain yang di antaranya adalah, Andi Meera Sayaka, yakni sebesar Rp20,650 juta; Wahyu Hidayat sebesar Rp41,3 juta. Kemudian, Eva Desiana sebesar Rp41,3 juta; Jauhari Johan sebesar Rp41,3 juta; dan The Cipaku Garden Hotel atas nama Luciana Wibowo sebesar Rp150,650 juta.

"Yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara yaitu sebesar Rp694,9 juta atau setidak-tidaknya sekitar jumlah tersebut sesuai laporan hasil audit perhitungan keuangan negara BPKP," pungkasnya.

Atas perbuatannya, Mark didakwa melanggar Pasal 2 Ayat (1) Juncto Pasal 18 Ayat (1) huruf b UU Pemberantasan Tipikor subsidair Pasal 3 Juncto Pasal 18 Ayat (1) huruf b UU Pemberantasan Tipikor lebih subsidair Pasal 9 Juncto Pasal 18 Ayat (1) huruf b UU Pemberantasan Tipikor.

(fkh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini