1 Tahun Pandemi Covid-19, Wamenkes: Ini Pengalaman Tragis

Binti Mufarida, Sindonews · Selasa 02 Maret 2021 12:55 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 02 337 2370801 1-tahun-pandemi-covid-19-wamenkes-ini-pengalaman-tragis-SLqKRMcB8L.jpeg Wamenkes, Dante Saksono (foto: Sindo)

JAKARTA - Pandemi Covid-19 sudah berlangsung selama satu tahun. Bahkan, saat ini angka kematian akibat Covid-19 di Indonesia mencapai 36.325 orang. Serta 1,3 juta lebih penduduk Indonesia yang terinfeksi Covid-19.

Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes), Dante Saksono Harbuwono pun mengatakan bahwa pandemi Covid-19 ini adalah pengalaman tragis yang harus dihadapi oleh Indonesia juga negara di seluruh Dunia.

“Hari ini kita mencoba merefleksikan satu tahun Covid-19 masuk ke Indonesia. Pertama-tama yang saya ingin sampaikan adalah rasa berduka cita yang sangat dalam, bahwa sudah ada saudara-saudara kita sebanyak 36.325 yang sudah wafat akibat Covid-19. Dan ada 1,3 juta penduduk di Indonesia yang kemudian terinfeksi Covid-19 ini. Ini adalah pengalaman tragis sebagai konsekuensi dari apa yang terjadi di seluruh dunia yang tidak bisa kita bendung,” ungkap Dante dalam 1 Tahun Pandemi Covid-19: Inovasi Indonesia untuk Indonesia Pulih Pasca Pandemi, Selasa (2/3/2021).

Baca juga:  Wamenkes: 2 Kasus Pertama Mutasi Covid-19 dari Inggris Ditemukan di Indonesia

Dante mengatakan, dirinya selalu menganggap bahwa pandemi Covid-19 yang dihadapi saat ini adalah Perang Dunia Ketiga. Dan musuh yang dihadapi adalah virus Covid-19 yang tidak kasat mata.

“Saya selalu menganggap bahwa ini adalah Perang Dunia Ketiga. Perang Dunia pertama kontak fisik, Perang Dunia Kedua kontak fisik, Perang Dunia Ketiga yang kita hadapi sekarang di seluruh belahan dunia adalah kontak dengan musuhnya yang kasat mata,” kata Dante.

 Baca juga: Setahun Covid-19, Wagub DKI: Alhamdulillah Pandemi di Jakarta Terkendali

Namun, kata Dante, perang melawan virus kasat mata ini juga berimplikasi terhadap banyak hal.

“Proses yang kasat mata ini, Covid-19 memberikan implikasi banyak hal dan berpengaruh tidak saja pada proses kesehatan tetapi berdampak pada faktor ekonomi, faktor ekonomi yang tidak bisa berkembang, kontraksi ekonomi terjadi dimana-mana. Banyak negara yang mengalami resesi,” katanya.

Bahkan, pandemi Covid-19 juga berdampak pada pendidikan anak-anak. “Ini juga terjadi pada skala mikro misalnya tingkat pendidikan, anak-anak kita bisa tidak bisa bersekolah, kemudian mereka kehilangan momentum untuk bermain dan beberapa masyarakat akan terpengaruh karena proses kontraksi ekonomi ini berimbas pada perang dunia ketiga yang kita hadapi sekarang,” papar Dante.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini